Pengacara Sayangkan Penangkapan Farid Okbah Cs

  • Whatsapp
Terduga Teroris
Farid Ahmad Okbah, Ahmad Zain An Najah dan Anung Al Hamat.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Anggota Tim Advokasi Bela Ulama Bela Islam, Ahmad Khozinudin menyampaikan rasa keberatannya atas penangkapan sejumlah tokoh oleh Densus 88 antiteror Mabes Polri pada hari Selasa 6 November 2021 lalu.

“Kami para keluarga menyampaikan dan menyayangkan kepada Polri selaku institusi yang membawahi Densus 88 telah bekerja secara tidak profesional, tidak transparan dan tidak mengedepankan due process of law,” kata Khozin dalam keterangannya saat konferensi pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (23/11).

Bacaan Lainnya

Kemudian, ia juga mengharapkan agar Kepolisian bisa memberikan akses kepada keluarga dan tim advokat untuk melakukan pendampingan hukum terhadap para terduga teroris itu.

“Kiranya Pori dapat memberikan akses kepada keluarga dan tim advokat untuk dapat menjalankan tugas pendampingan hukum sebagaimana telah diatur dan dijamin UU,” ujarnya.

Tim advokasi Bela Ulama Bela Islam
Konferensi pers tim advokasi bela ulama bela islam di RM Hayam Wuruk, Tebet, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Khozin juga meminta agar Polri melakukan transparansi terhadap dugaan yang dianggapnya terlalu berlebihan disematkan kepada ketiga tersangka itu. Karena ia khawatir Densus 88 justru melakukan abuse of power dalam menjalankan tugasnya.

“Mengimbau kepada Polri untuk menjelaskan secara detail peristiwa dan dugaan dasar penangkapan yang dilakukan terhadap ustadz Farid Okbah dkk,” tuntut Khozin.

Polisi mengaku punya alat bukti cukup

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas (Kabagpenum Divhumas) Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menegaskan pihaknya memiliki cukup bukti untuk menetapkan Farid Ahmad Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al-Hamat sebagai tersangka.

Meski demikian, Ramadhan masih enggak menjelaskan lebih detail terkait bukti yang dimiliki polisi tersebut.

“Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap tiga tersangka terorisme. Kenapa tersangka, di mana penyidik Densus 88 Antiteror Polri sudah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan ketiganya sebagai tersangka,” kata Ramadhan dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (17/11).

Lebih lanjut Ramadhan menjelaskan, yang fokus penyelidikan saat ini adalah keterlibatan tersangka dalam melakukan kegiatan terorisme.

“Melihat dari peran dan keterlibatan yang bersangkutan. Jadi fokus penyidikan adalah keterlibatan tersangka dalam melakukan kegiatan tindak pidana terorisme,” terangnya.

(rizki)

Pos terkait