Ayang Utriza Buka Suara soal NU Minta Herry Wirawan Dihukum Kebiri

Ayang Utriza Yakin
Akademisi, Ayang Utriza Yakin.

Jakarta – Wakil Rais Syuriah PCI-NU Belgia, Ayang Utriza Yakin memberikan tanggapan terkait pernyataan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang meminta agar pelaku pemerkosaan terhadap belasan santriwati yakni Herry Wirawan dihukum kebiri.

Ayang mengatakan bahwa rakyat Indonesia akan mendukung pernyataan NU soal hukuman yang setimpal untuk aksi bejat yang dilakukan Herry Wirawan, pengasuh Ponpes Madani.

Bacaan Lainnya

“Rakyat NKRI setuju dengan sikap Nahdlatul Ulama yang meminta agar pemerkosa dihukum kebiri, sebelum dihukum mati atau dipenjara seumur hidup,” ujar Ayang lewat cuitannya di Twitter, Senin (13/12/2021).

Menurutnya, pernyataan NU soal hukuman kebiri terhadap pelaku kekerasan seksual sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dijalaskan Ayang dalam perundangan tersebut, selain hukuman kebiri kimiawi, hakim juga dapat memutuskan hukuman kebiri berupa potong zakar.

“Permintaan NU sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan: PP no. 70/2020: kebiri kimiawi, tetapi hakim bisa ‘memutuskan’ kebiri potong zakar,” tuturnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zaini meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman kebiri terhadap Herry Wirawan. Menurutnya apa yang dilakukan Herry mencoreng nama baik kalangan pesantren.

“Tindakan yang dilakukan Herry harus ditindak dengan hukuman yang seberat-beratnya, termasuk kebiri. Sebab, perbuatannya telah merugikan banyak pihak, menimbulkan trauma, dan sekaligus merenggut masa depan korban,” tegas A Helmy Faishal Zaini, Sabtu (11/12).

Helmy meyakini jika aparat penegak hukum lebih mengerti langkah yang tepat untuk menangani kasus yang telah menyita perhatian dan mengundang keprihatinan banyak kalangan itu.

“Kita yakin bahwa pihak kepolisian bergerak cepat dan cermat dalam menangani kasus ini,” ucapnya.

Pos terkait