KSD Dukung Bareskrim Usut Investasi Ilegal

ibrahim mansyur
Direktur Eksekutif Kajian Strategis Demokrasi (KSD), Ibrahim Mansyur alias Bram.

Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Kajian Strategis Demokrasi (KSD), Ibrahim Mansyur mengapresiasi kinerja Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri dalam mengusut sengkarut trading ilegal yang banyak merugikan masyarakat.

“KSD sangat apresiasi kinerja dari Dittipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Asep Edi Suheri, yang mengusut persoalan trading ilegal tersebut,” kata pria yang karib disapa Bram itu kepada wartawan, Jumat (18/3).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, trading ilegal tersebut telah memakan banyak korban dan telah merugikan masyarakat luas.

“Korban dari afiliator Binomo dan Quotex itu kalau dijumlahkan mungkin sampai ratusan dan bahkan ribuan orang. Coba lihat kekayaan afiliatornya dalam satu tahun bisa mengumpulkan uang Rp 64 miliar,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyebut bahwa masyarakat sangat mendukung tindakan cepat dari Dittipidsiber Bareskrim Polri yang menangani persoalan trading ilegal itu. Ia juga menilai, jika tidak ditangani dengan cepat maka kemungkinan korban dari sang afiliator Binomo dan Quotex akan semakin banyak.

“Sekali lagi, kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dari Dittipidsiber Bareskrim Polri menangani persoalan trading ilegal yang merugikan masyarakat tersebut,” ucap Bram.

Lebih lanjut, ia juga mendukung Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas investasi bodong sampai ke akar-akarnya, jangan berhenti sampai sang afiliator Indra Kenz dan Doni Salmanan saja.

Kesuksesan kinerja Bareskrim polri ini menunjukkan bahwa program Presisi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus mendukung kinerja Polri untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Dengan diungkapnya kasus trading ilegal tersebut membuktikan bahwa visi Polri Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sukses dilaksanakan,” jelasnya.

Terakhir, Bram pun mengimbau kepada masyarakat luas untuk tetap mewaspadai tawaran dan iming-iming bisnis investasi. Jangan sampai hanya karena tawaran yang menggiurkan, orang-orang malah mendapatkan nasib sial seperti para korban Binomo dan Quotex.

“Saya menghimbau pada masyarakat agar hati-hati dalam melakukan investasi. Ada tiga tips untuk hindari investasi bodong. Pertama, Waspada jika dapat tawaran keuntungan luar biasa. Kedua, lakukan pemeriksaan dokumen perizinan perusahaan investasi. Ketiga, telitilah bentuk pemasaran produk investasi,” pungkasnya.

Pos terkait