Malaysia Terus Kejar Aset Korupsi 1MDB

  • Whatsapp
Mahathir
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) terus bergulir. Kasus tindak pidana pencucian uang yang menjerat bekas perdana menteri Najib Razak ini kini masuk tahap pengembalian aset-aset.

Sekadar informasi, skandal ini kali pertama menyedot perhatian publik pada 2015. Skandal mencuat setelah surat kabar Wall Street Journal melaporkan aliran dana sebesar US$ 700 juta atau senilai Rp 9,8 triliun dari 1MDB ke rekening pribadi Najib. Najib kini didakwa 42 pelanggaran pidana terkait kerugian dari 1MDB. Sementara otak skandal korupsi 1MDB, Low Taek Jho (Jho Low) menyimpan asetnya di berbagai negara.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Malaysia pun segera mengambil alih seluruh aset milik buronan ini. Ada sejumlah negara tempat aset uang korupsi ini berlabuh. Di antaranya Amerika Serikat (AS), Inggris, Singapura, dan Swiss yang juga tengah menyelidiki dugaan korupsi dan pencucian uang ini.

Baru-baru ini, Kementerian Hukum AS telah menyita sebagian aset hasil korupsi pencucian uang ini yang berada di negaranya. Pemerintah Malaysia bergerak cepat mengambil alih. Langkah ini dilakukan setelah Jho Low sepakat mengembalikan sejumlah aset hasil penggelapan dana 1MDB.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, aset yang akan diambil alih diperkirakan mencapai US$ 600 juta atau setara dengan Rp 8,4 triliun.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Hukum AS, Jho Low sudah setuju penyitaan aset ini yang terdiri dari pesawat jet pribadi, perumahan mahal di Beverly Hills, New York serta sejumlah aset berharga lainnya.

Mahathir menyebut, penjualan berbagai aset berharga tersebut dilakukan lewat perantara berdasarkan proses tender dan penawaran harga dari calon pembeli. Jika penyitaan aset terbaru sebesar US$ 600 juta atau setara dengan Rp 8,4 triliun disetujui, maka kesepakatan antara Amerika dan Malaysia ini akan menjadi penyitaan terbesar.

“Dia (Jho Low) sudah menyerah. Kementerian Hukum AS telah menahan dan membekukan semua aset yang dibeli dengan uang Malaysia. Kami memiliki bukti dia menggunakan uang negara untuk membeli seluruh aset dan kami akan mengambil (alih aset 1MDB) dari pemerintah AS,” ujar Mahathir dikutip dari Channel NewsAsia, kemarin.

Sebelumnya, sebuah kapal pesiar senilai US$ 126 juta atau senilai Rp 1,7 triliun dan aset lain senilai US$ 140 juta atau Rp 1,9 triliun milik Low telah disita. Sementara pada Mei lalu, AS juga mulai mengembalikan dana sebesar US$ 200 juta atau setara Rp 2,8 triliun kepada Malaysia usai menjual berbagai aset sitaan milik Jho Low.

Secara keseluruhan, Low dan sejumlah orang diduga menggelapkan uang 1MDB sebesar US$4,5 miliar atau sekitar Rp 63,1 triliun sejak 2009 hingga 2015.

Uang sebanyak ini diduga digunakan Jho Low untuk membeli apartemen dan hotel mewah di New York, yacht, dan jet pribadi. Malahan, ia dilaporkan ikut memberi modal dalam pembuatan film The Wolf of Wall Street dan membayar bintang utama Leonardo DiCaprio. Low disebut juga pernah memberikan hadiah mewah kepada sosialita Paris Hilton dari uang hasil penggelapan 1MDB. (INI)

Pos terkait