Presiden Joko Widodo Berbela Sungkawa atas Insiden di Lebanon

  • Whatsapp
jokowi
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Inisiatifnews.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyapaikan rasa bela sungkawanya atas tragedi meledaknya sebuah gudang di Pelabuhan Beirut, Lebanon pada hari Selasa (4/8) petang.

“Saya turut berbela sungkawa untuk saudara-saudariku di Lebanon,” kata Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan bahwa Indonesia mendukung upaya pemulihan Lebanon pasca insiden yang menewaskan hingga ratusan orang dan melukai ribuan orang itu.

“Dalam kejadian tragis dan menyakitkan ini, Indonesia berdiri bersama Lebanon. Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan korban ledakan dahsyat di Beirut,” ucapnya.

Perlu diketahui, bahwa sekitar pukul 18.00 waktu setempat, sebuah gudang penyimpanan bahan kimia yakni amonium nitrat sebesar 2.750 ton meledak hebat bahkan dirasakan sampai radius sekitar 200 kilometer. Bahkan dalam peristiwa itu, dikabarkan ada 135 orang meninggal dunia, dan lebih daro 5.000 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, Gubernur Beirut Marwan Abboud mengatakan, bahwasekitar 300.000 orang terpaksa kehilangan rumah mereka atas peristiwa mengejutkan itu.

Pihak berwenang juga tengah berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat terdampak, baik itu berupa makanan, air, dan tempat tinggal bagi mereka.

Penyebab ledakan masih belum jelas dan diselidiki. Namun, para pejabat menghubungkan ledakan itu dengan sekitar 2.700 ton amonium nitrat hasil sitaan yang disimpan di gudang pelabuhan selama enam tahun.

Menteri Penerangan mengatakan tentara akan mengawasi orang-orang yang diduga bertanggung jawab atas penyimpanan dan penjagaan di pelabuhan Beirut.

Kemudian, kabinet pemerintahan Republik Libanon mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu ke depan di ibu kota dan menyerahkan kendali keamanan di ibukota kepada militer.

Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun tengah bekerja dengan pihak berwenang di Lebanon untuk respons berkelanjutan setelah ledakan besar. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq.

“Organisasi Kesehatan Dunia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Lebanon untuk melakukan penilaian fasilitas rumah sakit di Beirut, fungsionalitasnya dan kebutuhan dukungan tambahan, terutama di tengah pandemi COVID-19,” katanya.

Kemudian, Farhan juga mengatakan bahwa ada tim spesialis dari PBB tengah ke Beirut untuk membantu mengatasi situasi darurat tersebut.

“Spesialis kami sedang dikirim ke Beirut saat ini untuk membantu dalam tanggap darurat, baik dari PBB dan beberapa Negara Anggota. Para ahli sedang dalam perjalanan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan. Tim juga dilengkapi untuk melakukan penilaian cepat tentang situasi di lapangan dan membantu mengoordinasikan aktivitas tanggap darurat,” ujarnya. []

Pos terkait