DPR RI Desak PBB Usut Munculnya Covid-19

  • Whatsapp
Gedung MPR DPR
Gedung DPR, DPD dan MPR Republik Indonesia.

Inisiatifnews.com – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha berharap agar organisasi dunia yakni Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar melakukan penyelidikan terkait dengan dari mana dan apa sebab munculnya Coronavirus Disease 2019 atau SARS-Cov-2 (Covid-19).

“Penyelidikan tentang asal usul virus Corona atau Covid-19 perlu dilakukan oleh organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Syaifullah dalam siaran persnya, Minggu (27/9/2020).

Bacaan Lainnya

Upaya ini dilakukan sebagai wujud kerjasama dunia dalam mengusut tuntas kasus yang kini menjadi pandemi di seluruh negara-negara di dunia.

“Guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya virus yang kini menyebabkan lebih dari 32 juta orang di seluruh dunia positif Covid-19 dengan hampir satu juta orang meninggal dunia. Penyelidikan tersebut memang perlu dilakukan tentang beberapa hal yang bersifat mendesak,” imbuhnya.

Penyelidikan ini juga bertujuan untuk membuktikan apakah pandemi COVID-19 ini murni insiden alam atau memang ada unsur kesengajaan di dalamnya.

“Penyelidikan akan bisa membuktikan apakah virus COVID-19 itu berasal dari fenomena alam atau malah sengaja dibuat oleh manusia. Mengetahui penyebab ini penting agar bisa bisa menyikapinya dengan baik,” ujarnya.

Jika ini memang terbuat alami, Syaifullah menilai maka ini bisa dipandang oleh manusia merupakan peringatan Tuhan atas perilaku manusia terhadap alam selama ini.

“Namun jika merupakan hasil rekayasa manusia, maka harus ada yang bertanggung jawab,” sambungnya.

Dan jika memang Covid-19 ini adalah ulah dan dari unsur kesengajaan manusia, maka pengadilan internasional juga harus bersikap dengan tegas.

“Mahkamah Internasional harus bereaksi jika virus corona ini merupakan rekayasa atau kesengajaan manusia atau organisasi tertentu. Apalagi jika virus sengaja dibuat sebagai senjata biologis, karena ini merupakan kejahatan perang jenis baru,” tegasnya.

“Negara yang terlibat dalam pembuatan viru ini telah melanggar konvensi dengan membunuh anak-anak dan perempuan yang bahkan mesti dilindungi dalam perang,” tandasnya.

Terakhir, Syaifullah menyebut bahwa penyelidikan dan pengungkapan fakta ini juga penting untuk dijadikan rujukan tambahan bagi dunia kedokteran, agar bisa segera menemukan vaksin yang tepat.

“Penyelidikan juga perlu untuk bisa menjadi kajian bagi seluruh ahli pandemic, dokter dan ahli obat agar menemukan vaksin dan obat secepat mungkin. Sehingga peradaban dunia yang dalam lebih 10 bulan terakhir berubah menakutkan karena virus mematikan ini bisa kembali normal dan damai dengan tidak lagi dihantui rasa ketakutan,” tutupnya. [RED]

Pos terkait