Bertemu Sekjen Rabithah Alam Islami di Riyadh, Mahfud MD Jalin Kerjasama Dakwah Islam Wasathiyyah

  • Whatsapp
20201209 012857
Menko Polhukam Mahfud MD saat bertemu dengan Sekjen Rabithah Alam Islami Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, di Ryadh, Arab Saudi, Selasa (8/12).

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membahas moderasi Islam dengan Sekjen Liga Muslim Dunia (World Moslem League) atau Rabithah Alam Islami Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa di kantornya, Riyadh, Arab Saudi Selasa (8/12).

Sehari sebelumnya, Mahfud MD menemui Sekretaris Jenderal Global Center for Combating Extremist Ideology (Etidal), Mansour Alshammari.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan dengan Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa yang berlangsung selama satu setengah jam, keduanya menegaskan perlunya penerapan wawasan moderasi Islam atau wasathiyyah Islam di kalangan kaum muslimin di seluruh dunia.

Fakta bahwa umat manusia di dunia mempunyai agama dan keyakinan yang berbeda-beda, kata Mahfud, membuat inklusivisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara amat diperlukan.

Mahfud meminta kaum muslimin tidak terjebak ke dalam sikap ekstrimisme radikal atau liberalisme, melainkan harus menjadi umat jalan tengah yang menjadi agen perdamaian.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, konsep wasathiyyah Islam sangat cocok bagi umat Islam di Indonesia sebab di Indonesia banyak agama dan keyakinan yang dianut.

“Indonesia adalah laboratorium pluralisme dan toleransi yang paling efektif di dunia karena merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan dengan berbagai agama dan madzhab keagamaan yang sangat lengkap. Semua bisa hidup berdampingan,” kata Mahfud MD dalam keterangannya, Selasa (8/12).

Dalam pertemuan tersebut Syekh Al Issa juga menyatakan kebanggaannya kepada umat Islam di Indonesia yang mengarusutamakan wasathiyyah Islam.

“Beberapa waktu yang lalu, saya berkunjung ke Indonesia, meresmikan Museum Sejarah Nabi Muhammad dan berceramah di berbagai tempat. Kaum muslimin di sana benar-benar mencerminkan kesadaran bahwa manusia itu diciptakan berbeda-beda tapi derajatnya sama dalam kehidupan bersama. Kaum muslimin Indonesia mengikuti Piagam Madinah yang dulu dibuat sendiri oleh Nabi Muhammad,” aku Al Issa.

Selanjutnya keduanya bersepakat untuk menjalin kerjasama dalam mendakwahkan Islam yang berwawasan wasathiyyah Islam melalui jaringan-jaringan yang dimiliki baik oleh Kemenko Polhukam RI maupun Liga Muslim Dunia. (INI)

Pos terkait