Stafnya Nyelonong ke Kantor FPI, Kemenlu RI Sentil Kedubes Jerman

  • Whatsapp
kedubes jerman
Staf diplomatik Kedubes Jerman tertangkap kamera netizen tengah menyambangi kantor DPP FPI di Petamburan pada hari Sabtu 19 Desember 2020.

Inisiatifnews.com – Tampak beredar dua buah foto yang menunjukkan sebuah mobil sedan warna hitam dengan plat putih namun kurang jelas detail nomor plat mobilnya, kemudian seorang wanita berbaju biru dengan rambut pirang dan celana abu-abu tengah berada di sekitar Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Sabtu 19 Desember 2020. Disinyalir bahwa sosok wanita tersebut adalah salah satu pegawai Kedubes Jerman.

Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri langsung mengambil sikapnya. Salah satunya adalah dengan cara melakukan pemanggilan terhadap petinggi perwakilan Kedubes Jerman yang ada di Indonesia untuk diminta keterangannya.

Bacaan Lainnya

“Pada hari Minggu, 20 Desember 2020, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta untuk meminta klarifikasi dan menyampaikan protes atas kegiatan Staf Kedutaan Jerman di Jakarta yang mendatangi sebuah organisasi di Petamburan beberapa hari yang lalu,” tulis Kemenlu RI di akun Facebook resminya, Minggu (20/12/2020) malam.

Dalam upaya meminta klarifikasi tersebut, Kemenlu menyampaikan bahwa pihak Kedubes Jerman membenarkan bahwa sosok wanita tersebut akan pegawainya.

“Dalam pertemuan, Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jerman membenarkan keberadaan staf Kedutaan di sekretariat organisasi tersebut,” lanjutnya.

Namun dalam keterangan pihak petinggi tersebut, petinggi Kedubes Jerman membantah bahwa kehadiran stafnya itu atas perintah kelembagaan, melainkan hanya sikap pribadi semata.

“Kepala Perwakilan Kedubes Jerman menyampaikan bahwa keberadaan staf Kedubes Jerman di tempat tersebut dan pertemuan yang dilakukan adalah atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedutaan Besar Jerman,” jelasnya.

Dan dalam kesempatan itu, Kemenlu RI menyampaikan bahwa Pemerintah Jerman melalui perwakilannya di Indonesia menyampaikan permohonan maafnya kepada pemerintah Indonesia.

“Atas kejadian ini, Kepala Perwakilan Kedubes Jerman sampaikan permintaan maaf dan penyesalannya atas kejadian tersebut,” imbuhnya.

Selanjutnya, pihak Kedubes Jerman juga menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh para petinggi DPP FPI termasuk di antaranya Munarman selaku Sekretaris Umum DPP FPI adalah tidak benar. Mereka membantah bahwa statemen bela sungkawa itu tidak atasnama pemerintah Jerman.

“Kepala Perwakilan Kedubes Jerman juga menyangkal isi berbagai pernyataan yang disampaikan salah satu pimpinan ormas dimaksud. Kepala Perwakilan Kedubes Jerman memastikan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan kebijakan Pemerintah dan Kedutaan Besar Jerman serta menolak tegas kesan bahwa kedatangan staf Kedutaan tersebut sebagai bentuk dukungan Jerman kepada organisasi tersebut,” tegasnya.

Bahkan Kedubes Jerman menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung berbagai langkah pemerintah Indonesia dalam upaya memberantas paham radikal dan sikap-sikap intoleransi, serta melawan berbagai ujaran kebencian yang ada.

“Kedutaan Jerman juga secara tegas menyampaikan dukungan dan komitmen pemerintah Jerman untuk melanjutkan kerja sama bilateral dengan Indonesia untuk melawan intoleransi, radikalisme dan ujaran kebencian,” sambungnya.

Sebagai salah satu hukuman dari Pemerintah Indonesia, Pemerintah Jerman melalui Kedubesnya diminta untuk memberikan pernyataan resmi kepada publik terkait dengan peristiwa tersebut.

“Kementerian Luar Negeri menuntut agar Kedutaan Besar Jerman memberikan pernyataan resmi kepada publik sebagaimana yang dijelaskan kepada Kementerian Luar Negeri,” tulis Kemenlu lagi.

Terakhir, terhadap staf Kedubes Jerman, pihak Kedubes sudah meminta kepada yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu dan memberikan keterangan resmi kepada pemerintah Jerman secara langsung.

“Kedubes Jerman menyampaikan bhw staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya,” tutupnya.

Pos terkait