Israel vs Palestina, PP Muhammadiyah Desak PBB Tak Diam

  • Whatsapp
muhammadiyah logo

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, KH Haedar Nashir menilai bahwa aksi penyerangan terhadap warga Palestina dan membuat setidaknya 53 orang tewas dan 300 lebih orang terluka merupakan bentuk kebiadaban Israel.

Ulah pemerintah Israel melalui instrumen militernya di jalur Gaza tersebut bisa memicu konflik yang semakin parah di wilayah itu.

Bacaan Lainnya

“Kekejaman Israel tersebut akan semakin meningkatkan eskalasi konflik bersenjata dan kekacauan yang kian meluas di kawasan-kawasan tersebut,” kata Haedar Nashir, Sabtu (15/5/2021).

Apa yang dilakukan Israel tersebut menurut Haedar Nashir adalah wujud betapa negara-negara di dunia tidak turun tangan. Sehingga mereka merasa bebas saja melanjutkan kebrutalan-kebrutalan mereka.

“Sumber utamanya ialah keserakahan dan kebrutalan Israel yang sampai sekarang tidak pernah memperoleh kendali dan hukuman dari dunia internasional,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan, bahwa sejak pendudukan dan berdirinya negara Israel tahun 1948 di kawasan Yerusalem sebagai wilayah Palestina dan negeri tiga agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi jazirah ini tidak pernah sepi dari prahara perang, kekerasan, dan konflik berkepanjangan.

Kini Israel dengan ambisi politik ekspansionisnya yang berkepanjangan terus ingin memperluas kawasan kekuasaannya, yang menjadi sumber berbagai masalah di wilayah dan negara Palestina.

Oleh karena itu, ia pun mendesak kepada negara-negara dunia untuk menaruh perhatian terhadap keberingasan Israel kepada Palestina dengan tindakan yang lebih konkret.

“Dunia internasional jangan diam dan harus mengambil langkah tegas. Selama negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah, maka Israel akan terus sewenang-wenang,” tuturnya.

Ia bahkan menyentil sisi fundamental dari negara-negara di dunia yang menjalankan sistem demokrasi. Bahwa demokrasi tidak bisa membenarkan praktik-praktik penjajahan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Seluruh dunia yang prodemokrasi, HAM, serta anti kekerasan dan peperangan mesti bangkit bersama menghentikan segala bentuk ekspansi dan serangan bersenjata oleh satu negara atau pihak terhadap negara dan pihak lain yg berhak untuk kebebasan dan perdamaian di muka bumi,” tegasnya. [RED]

Pos terkait