Ismail Sabri Yaakob Resmi Jadi Perdana Menteri Malaysia

  • Whatsapp
Ismail Sabri Yaakob
Ismail Sabri Yaakob.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Mantan advokat dari Negeri Jiran, Ismail Sabri Yaakob saat ini resmi ditunjuk oleh Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah sebagai perdana menteri Malaysia menggantikan Muhyddin Yassin yang mengundurkan diri.

Pada proses voting yang dilakukan oleh Raja Malaysia pada Jumat (20/8), Sabri mengantongi 114 dukungan dari 222 kursi di kursi parlemen.

Bacaan Lainnya

Penunjukan Sabri kembali menempatkan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang merupakan partai tertua di Negeri Jiran, dalam pucuk kekuasaan setelah kalah dari koalisi Pakatan Harapan pada pemilu 2018 silam.

Sultan Abdullah mengatakan Sabri harus terlebih dulu menghadapi jajak pendapat dari parlemen, buat membuktikan dia memang mempunyai dukungan mayoritas.

Ismail Sabri bukanlah orang baru dalam pemerintahan dan politik Negeri Jiran. Pria 61 tahun itu belum lama ini ditunjuk Muhyiddin sebagai wakil perdana menteri pendampingnya pada Juli lalu.

Sebelum menjadi Wakil PM, Ismail Sabri merupakan Menteri Pertahanan Malaysia dalam kabinet Muhyiddin.

Pada 2015-2018, mantan pengacara itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Agrobisnis. Sebelumnya, anggota parlemen daerah pemilihan bera, Pahang, itu juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan Dalam Negeri serta Menteri Olah Raga dan pemuda.

Ismail Sabri saat ini juga menjabat sebagai Wakil Presiden Partai politik terbesar di Malaysia, Partai Organisasi Persatuan Melayu Nasional (UMNO). Partainya itu menarik dukungan dari koalisi Muhyiddin, Perikatan Nasional, yang salah satu pemicu pengunduran diri sang PM.

Sebelum terjun ke politik, Ismail Sabri mengawali karir sebagai advokat pada pertengahan 1980-an.

Sejak 1985, ia perlahan menjajaki dunia politik sebelum akhirnya diangkat sebagai Anggota Dewan Distrik Temerloh pada 1987. Setahun berselang, Ismail Sabri diangkat sebagai Kepala Penerangan UMNO Cabang Tamerloh.

Selama Di UMNO, kariernya terus membaik hingga pada 2008 saat memutuskan untuk bertarung memperebutkan kursi parlemen menggunakan tiket koalisi Barisan Nasional.

Ia bertarung di daerah pemilihan Bera, negara bagian Pahang. Berkat pilihannya itu, ia berhasil memenangkan pemilihan dengan suara 18.051, mengalahkan lawannya Mazlan Aliman dari Partai Islam Se-Malaysia yang hanya berhasil meraup 14.230 suara.

Dari situ karier politik Yaakob meroket. Beberapa kali, Yakoob dipercaya untuk mengisi posisi di beberapa kementerian.

Pos terkait