Komisi I Terus Pantau Konflik Afghanistan

  • Whatsapp
meutya hafid
Meutya Hafid.

Inisiatifnews.com – Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid menilai, bahwa naiknya konstalasi kelompok Taliban yang berhasil merebut kekuasaan pemerintah Afghanistan tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan perseteruan yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China.

“Naiknya kembali Taliban ke tampuk kekuasaan di Afganistan, adalah akibat menguatnya perseteruanantara Negara Amerika Serikat dan China,” kata Meutya dalam sebuah dialog virtual, Sabtu (28/8).

Bacaan Lainnya

Pihak juga terus memantau perkembangan dan situasi yang ada di Afghanistan melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Hal ini untuk melihat konstalasi yang ada, sekaligus upaya untuk bersikap terhadap kondisi luar negeri tersebut.

“Komisi I telah berkoordinasi dengan Kemenlu RI untuk memantau dan berperan lebih aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui politik inklusif di Afganistan,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan bahwa DPR selaku legislator sangat mengapresiasi kinerja pemerintah dan lembaga-lembaga terkait dalam upaya menyelamatkan nyawa WNI di Afghanistan.

Apalagi silent operation yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan TNI Angkatan Udara untuk mengevakuasi WNI di Kabul juga sangat berhasil. Mereka bisa selamat sampai mendarat di Indonesia tanpa cidera.

“Keberhasilan evakuasi atau pemulangan 26 WNI dari Afghanistan merupakan langkah awal dalam upaya melindungi WNI. Selain itu, Kemenlu telah memindahkan sekretariat Kemenlu RI dari Kabul ke Pakistan,” terangnya.

Lebih lanjut, Meutya pun mengharapkan lembaga intelijen milik Indonesia segera melakukan pemetaan dan analisis yang kuat, khususnya dalam melakukan mitigasi untuk mengantisipasi letupan-letupan yang tidak perlu dari kelompok irisan Taliban yang kemungkinan besar ada di Indonesia.

“Meminta BIN memberikan pemetaan dan analisis guna melakukan mitigasi dalam negeri, dimana mungkin saja terdapat irisan ideologis antara kelompok Taliban dengan kelompok-kelompok radikal luar negeri lainnya, seperti ISIS dan Alqaeda maupun ormas di dalam negeri Indonesia yang telah dipengaruhi oleh ideologi Taliban,” paparnya.

Pos terkait