Malala Lepas Status Lajangnya di Inggris

  • Whatsapp
Malala
Malala Yousafzai dan Asser Malik.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Malala Yousafzai, siapa yang tak kenal dengan sosok perempuan asal Pakistan ini. Ia adalah salah satu tokoh muslimah berpengaruh di dunia karena sepak terjangnya dalam isu-isu hak asasi manusia khususnya hak kaum perempuan.

Bahkan berita yang pernah menggemparkan dunia tentangnya adalah aksi penembakan kelompok militan Taliban yang membuatnya harus mengalami koma karena peluru bersarang di kepala dan lehernya. Beruntung ia selamat dari maut.

Namun hari ini, Malala juga menggemparkan dunia karena kabar pernikahannya dengan seorang pria pujaan hati, bernama Asser Malik.

“Hari ini adalah penanda hari bahagia dalam hidupku. Asser dan saya mengikat simpul untuk menjadi pasangan seumur hidup,” kata Malala di akun Twitter pribadinya, Rabu (10/11).

Ia mengatakan bahwa prosesi pernikahannya itu diselenggarakan sangat sederhana, dan hanya dihadiri oleh keluarga dari kedua belah pihak di kota Birmingham, Inggris.

“Kami merayakan upacara nikah kecil di rumah, di Birmingham bersama keluarga kami,” ujarnya.

Malala pun memohon doa dari semua pihak agar keluarga kecil barunya bisa langgeng.

“Mohon kirimkan doa-doa Anda kepada kami. Kami bersemangat untuk berjalan bersama, untuk perjalanan ke depan,” pungkasnya.

https://twitter.com/Malala/status/1458128016157052938?t=AvWTrFi1_RIn-you_HAnOw&s=19

Sontak kabar bahagia dari Malala ini menuai banyak respon dari berbagai kalangan. Para tokoh lintas negara juga menyampaikan selamat dan ikut berbahagia atas pernikahan pejuang HAM itu.

Salah satu tokoh yang ikut berkomentar adalah mantan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.

“Barokallahu fikum, May Allah Bless you and your new family forever. insya Allah,” tulis @fahrihamzah.

Selain itu, ucapan selamat juga datang dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. Ia berdoa agar Malala dan Asser bahagia selamanya.

“Selamat Malala dan Asser. Shopie dan saya berharap kalian menikmati hari istimewa, dan kami berdoa kalian bahagia bersama selamanya,” tulis @justintrudeau.

Kemudian, Jemima Marcelle Goldsmith juga menyampaikan hal senada. Penulis film ini juga menyampaikan selamat atas pernikahan Malala dan Asser.

“Congratulations and mashallah x,” tulis @jemima_khan.

Bahkan CEO Apple Inc, Timothy Donald Cook alias Tim Cook juga menyampaikan selamat kepada Malala.

“Selamat untuk Anda dan Asser. Semoga kalian mendapatkan yang terbaik saat memulai hidup baru bersama,” tulis @tim_cook.

Sekilas tentang Malala

Malala Yousafzai lahir di Mingora 12 Juli 1997 silam. Namanya mulai senter setelah dirinya membuat tulisan panjang tentang mengerikannya pemerintahan dan militer Taliban pada tahun 2009. Ia menulis cerita tersebut dengan nama samaran untuk kantor berita BBC. Salah satu yang ia angkat adalah persoalan hak pendidikan kaum perempuan yang dipangkas oleh pemerintahan Taliban di Pakistan. Saat itu, Malala masih mengenyam pendidikan di lembah Swat.

Atas kegigihannya di bidang hak asasi manusia khususnya hak para anak-anak dan pemuda di dalam mengenyam pendidikan itu, Malala bersama Kailash Satyarthi menyabet penghargaan Nobel untuk bidang perdamaian pada tahun 2014 silam.

Pernah nyaris tewas di tangan Taliban

Malala menjadi salah satu orang yang memiliki traumatik tersendiri terhadap kelompok milisi Taliban. Betapa tidak, beberapa tahun silam, tepatnya tanggal 9 Oktober 2012, saat ia berada di dalam bus usai pulang sekolah, Malala dihampiri beberapa militer dan memberondongnya tembakan. Peluru pun akhirnya bersarang di kepala dan lehernya yang membuatnya nyawanya terancam berpisah dengan jasad.

Usai aksi penembakan brutal itu, Malala sempat dilarikan rumah sakit di Pakistan. Namun karena parahnya cidera yang dialami oleh Malala hingga membuatnya dirujuk ke Rumah Sakit di Birmingham Inggris. Ia juga sempat mengalami koma yang cukup panjang hingga akhirnya ia sadarkan diri dan sembuh.

Pimpinan Taliban, Adnan Rasheed mengklaim bahwa aksi penyerangan ini didasari karena Malala sering menyinggung Taliban karena pemikiran dan opini kritisnya. Namun sampai saat ini pun, Adnan tidak pernah menyampaikan rasa penyesalannya atas kasus penembakan militer Taliban terhadap Malala.

Sembuh dari luka akibat tembakan kelompok militer Taliban di Pakistan, Malala pun mendapatkan panggung untuk menyampaikan narasi perdamaian di depan forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tanggal 12 Juli 2013 atau bertepatan pada hari ulang tahunnya yang ke 16 tahun.

Tiga isu yang diangkat Malala dalam pidatonya di Amerika Serikat itu adalah soal hak kaum perempuan, perlawanan terhadap terorisme dan kebodohan. Bahkan karena PBB pun sampai mengganjar 12 Juli sebagai Hari Malala.