Jumatan Libur Dua Pekan, Quraish Shihab : Sudah Sesuai Dengan Kewajiban Agama

  • Whatsapp
quraish shihab
Cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu tafsir Al Qur'an, Muhammad Quraish Shihab.

Inisiatifnews.com – Ulama ahli tafsir Prof. KH Muhammad Quraish Shihab menyebutkan, bahwa pencegahan dari penularan penyakit dengan menganjurkan orang-orang untuk ibadah di rumah masing-masing ternyata sudah sesuai dengan pandangan agama.

Eks Mentri Agama ini menjelaskan bahwa para ulama sepakat dengan lima hal tujuan adanya agama, yaitu hifdzud din, hifdzun nafs, hifdzul mal, hifdzul aql, dan hifdzn nasl

Bacaan Lainnya

“Segala sesuatu yang mengantar pada pemeliharaan itu merupakan anjuran, bahkan kewajiban agama. Dan segala sesuatu yang dapat menghambat dan terabaikannya tujuan tersebut terlarang oleh agama,” tutur Prof Quraish dalam sebuah video bersama Najwa Shihab.

Ayahanda Najwa Shihab ini menjelaskan, semua ahli sepakat bahwa setiap orang yang terinfeksi dengan virus ini dapat membahayakan jiwa manusia lainnya.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu langkah untuk menghindarkan pertemuan orang secara masif karena dapat menjadikan penularan semakin banyak. Seperti, salat Jumat dan salat jamaah.

“Dari sini agama menyatakan bahwa ketika melaksanakan shalat Jumat berkumpul, orang-orang yang bisa mengalami penularan atau memberi penularan terhadap orang lain, maka ulama-ulama memberi fatwa bahwa tidak dianjurkan bagi mereka yang khawatir akan terjadinya dampak buruk terhadap kesehatan, dianjurkan untuk tidak hadir dalam salat berjamaah bahkan salat Jumat,” tandas Prof Quraish.

Eks Rektor IAIN yang sekarang bernama UIN Jakarta ini menegaskan, fatwa tersebut bukan hanya disampaikan oleh MUI, tetapi juga Dewan Ulama Senior al-Azhar, Kairo, Mesir.

Menurut Prof. Quraish Shihab, Rasulullah SAW saja saat terjadi banjir, mengimbau kepada masyarakat untuk shalat di rumah dengan mengganti lafaz adzan hayya alas shalah dengan shallu fi buyutikum (shalatlah di rumah kalian masing-masing).

“Memang agama Islam, di sisi lain memberi kemudahan. Segala sesuatu yang dapat mengakibatkan kesulitan, terhindarkan oleh agama ini atau diupayakan untuk menghindarinya,” pungkas Prof Quraish.

Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan mengimbau kepada segenap tempat ibadah, baik masjid, gereja, pura, dan wihara untuk menghentikan kegiatan sementara waktu.

Dalam konferensi pers Anis ini juga menyebutkan bahwa salat Jumat ditiadakan sementara waktu, yaitu selama dua peka di wilayah DKI Jakarta. Keputusan ini sesuai dengan arahan MUI tentang ibadah dalam situasi wabah Corona. Tidak hanya salat Jumat, misa dan nyepi pun ditunda.

“Kami menyepakati bahwa kegiatan-kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah-rumah ibadah, kami menyepakati untuk ditunda hingga kondisi memungkinkan,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan melalui streaming akun Facebook Pemprov DKI, Kamis (19/03/2020).

Imbauan ini tindak lanjut dari meningkatnya penularan virus Corona Covid-19 di DKI Jakarta. Data terakhir (19/3) menyebutkan, korban virus Corona mencapai 208 orang dengan korban meninggal 17 di DKI Jakarta. Ini lebih banyak dari pada daerah yang lain. (FMM)

Pos terkait