Kiai Ma’ruf: Ramadan Tahun Ini Spesial

  • Whatsapp
Ma'ruf Amin
Wakil Presiden, KH Maruf Amin.

Inisiatifnews.com – Bulan Ramadan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Puasa kali ini sangat spesial. Soalnya, selain bersabar menghadapi lapar dan dahaga, umat Islam belajar ikhlas, jujur, dan sabar melawan pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin saat tausiah Ramadan melalui video conference di kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Selasa (28/04/2020) malam.

Bacaan Lainnya

“Puasa dasarnya mengajarkan bersabar, makanya disebutkan disebutkan as shaumun nisfus shabri, puasa itu setengah dari pada kesabaran. Sabar untuk tidak makan minum. Sabar untuk menahan untuk tidak berkata tidak baik, tidak mengadu domba, bersabar menahan diri untuk juga tidak berbohong,” ujar Kiai Ma’ruf.

Wapres menerangkan, dalam keadaan seperti sekarang ini, di mana Indonesia tengah dilanda pandemi Corona Virus Disease 2019 Covid-19, perilaku serta sifat sabar sangat penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain tidak makan dan minum. Ada suatu yang sekarang diminta kepada kita supaya kita tidak keluar rumah, supaya kita menjaga jarak, supaya kita menjaga kebersihan, supaya tidak terjadi penularan Covid-19,” ingat Kiai Ma’ruf.

Ujian Ramadan kali ini juga lebih berat. Salah satunya adalah tidak diperbolehkan beribadah berjamaah di Masjid, seperti saat Ramadan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya kira ujian orang puasa sekarang, diuji lagi dan diminta ada penambahan kesabaran, termasuk juga untuk tidak tarawih berjamaah di Masjid, di daerah-daerah yang memang merah, pusat-pusat penyebaran virus, tarawih juga ditiadakan, bahkan salat Jumat juga ditiadakan,” lanjutnya.

Oleh karena itu alumnus Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini mengimbau, momen Ramadan kali ini dapat dijadikan pengingat dan peningkat kesabaran serta keikhlasan seluruh umat Islam untuk menjaga diri dan menghindari bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sehingga puasa yang dikerjakan tidak hanya membawa manfaat bagi seorang individu, namun juga bagi orang lain di sekitarnya.

“Puasa kita tahun ini, selain mempunyai nilai ibadah tetapi juga mempunyai nilai sosial. Jangan seperti yang disebutkan oleh Rasulullah, banyak orang puasa, puasanya itu tidak mendapatkan apa-apa, melainkan hanya lapar dan haus saja. Tidak dapat pahala karena melakukan dosa dan tidak memberikan manfaat sosial, manfaat kepada orang lain karena puasanya tidak memberi dampak pada perilakunya,” terangnya.

Menutup tausiahnya, Wapres mengajak seluruh masyarakat untuk terus membantu Pemerintah dalam memutus tali rantai penyebaran virus Covid-19. Ia yakin akan ada ganjaran setimpal dari ujian berat tahun ini.

“Kita berharap puasa kali ini adalah puasa yang dapat memberikan pengaruh besar di dalam kehidupan kita di masyarakat, terutama dalam menjaga penyebaran Covid-19 yang sangat berbahaya,” pungkas Kiai Ma’ruf. (FMM)

Pos terkait