Tugas Kita Menyampaikan, Soal Hidayat Urusan Allah

  • Whatsapp
habib jafar
Habib Husein Ja'far Al Hadar.

Inisiatifnews.com – Dai muda, Habib Husein Ja’far Al Hadar menyatakan bahwa dirinya memilih jalur dakwah kepada kalangan anak muda. Makanya ia menyampaikan bahwa dirinya lebih suka berdakwah melalui platform dan style yang digandrungi kalangan milenial itu.

“Gue memilih segmentasi dakwah anak muda, generasi milenial melalui youtube, di kafe-kafe. Jarang gua (dakwah) di masjid,” kata Habib Ja’far dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.

Bacaan Lainnya

Alasan mengapa dirinya tidak memilih jalur masjid dan majelis taklim untuk berdakwah. Karena menurutnya, orang-orang yang datang ke masjid untuk pengajian dan beribadah mayoritas adalah kalangan yang secara pengetahuan keagamaanya sudah cukup bagus. Sementara kalangan di luar masjid banyak yang perlu pendekatan dan pencerahan.

“Orang-orang yang ke masjid berapa sih jumlahnya, dan orang-orang yang ke masjid rata-rata sudah baik Islamnya dalam tanda kutip,” ujarnya.

Bahkan jika diperumpamakan dengan sahabat Rasulullah, kalangan pendakwah yang mendekati orang-orang yang sudah beriman adalah Sahabat Abu Bakar As-shiddiq. Karena di masa itu sahabat Khulafaur Rasyidin paling sepuh itu menemani Nabi Muhammad SAW saat umat sangat yakin dengan aqidah mereka.

Sementara ia lebih memilih seperti sahabat Ali bin Abi Thallib. Dimana saat masanya, keponakan Rasulullah itu menemani orang-orang yang cenderung kurang dalam keimanannya kepada Tuhan.

“Saya berperan sebagai Ali Bin Abi Thallib, menemani orang-orang yang belum berhijrah, yang belum baik islamnya, yang belum baik imannya untuk kemudian mengerti islam,” tuturnya.

Pun demikian, Habib Ja’far tidak mau memberikan garansi jika dakwahnya akan diterima kalangan yang menjadi targetnya itu. Karena baginya, tugas dirinya sebagai manusia hanya menyampaikan ajaran Islam saja.

“Dan perkara mereka berislam dengan baik atau enggak itu bukan urusan gua, tugas gua adalah menyampaikan,” tegasnya.

Disampaikan Habib Ja’far, seseorang memiliki hak personal apakah ia mau beriman dan berhijrah dengan pemahaman yang disalurkannya atau tidak. Karena persoalan hidayat adalah hak prerogatif Tuhan.

“Itu adalah kedaulatan yang diberikan Tuhan kepada semua orang (untuk berislam dengan baik atau tidak),” pungkasnya.

Akan sangat berbahaya sekali ketika seorang penceramah atau dai memaksakan seseorang mengikuti ajaran Islam, apalagi sampai mengaku mampu memberikan hidayah bagi seseorang.

“Kalau lu (mampu) akan memberi hidayah, bagi gua itu berbahaya sekali, karena yang memberikan hidayah itu hanya Tuhan yang bisa, bukan manusia,” sambungnya. []

Pos terkait