Beragama Harus Berilmu

  • Whatsapp
kh lukman hakim saifuddin
Lukman Hakim Saifuddin.

Inisiatifnews.com Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa ajaran agama adalah sebuah materi yang sempurna dan diajarkan langsung oleh Tuhan. Hanya saja karena keterbatasan manusia maka muncul banyak ketidaksamaan konteks dalam memandang dan memahami ajaran agama itu sendiri.

“Ajaran agama itu sempurna dan paripurna, karena datang dari Yang Maha sempurna. Namun karena keterbatasan manusia, perbedaan sudut dan cara pandang serta ketidaksamaan konteks yang melingkupinya muncullah beragam pemahaman atas ajaran agam,” kata Lukman Hakim, Kamis (7/5/2020).

Bacaan Lainnya

Perbedaan konteks dan sudut pandang yang dimaksud Lukman lebih kepada tafsir yang dilakukan oleh manusia terhadap ajaran agama. Namun apapun perbedaan tafsir itu, tujuan utamanya harus menuju ke arah yang lebih besar yakni menjadikan manusia merasa sebagai manusia.

“Di antara beragam tafsir manusia atas ajaran agama, sebagian besar bermuara pada tujuan yang sama yaitu untuk memanusiakan manusia,” ujarnya.

Hanya saja, Lukman Hakim Saifuddin pun menyebut bahwa ada sebagian kalangan yang memiliki pandangan tidak sejalan dengan konteks tersebut, yakni menggunakan tafsir yang ekstrem dan terkesan berlebihan yang justru malah mengaburkan tujuan dari adanya ajaran agama itu sendiri.

“Namun ada sebagian pemahaman yang terlalu ekstrem berlebihan yang justru mengingkari inti ajaran agama itu sendiri,” pungkasnya.

Lebih luas, Lukman menyebut bahwa ajaran agama hanya diperuntukkan bagi mereka yang berakal, hati serta perasaan untuk memeluk dan menjalankannya.

“Agama itu atau nasehat agama itu diperuntukkan bagi yang berakal, maka mari gunakan pikiran hati dan juga rasa dalam memahami dan menjalani ajaran agama,” tuturnya.

Sementara bagi umat beragama yang masih awam dengan hakikat agama, sebaiknya tidak belajar agama sendiri, melainkan mengikuti mereka yang berilmu dan memiliki kompetensi dan karakteristik khusus untuk dijadikan sebagai guru dan teladan.

Kompetensi dan karakteristik khusus itu adalah mereka yang tidak hanya memiliki ilmu luas aja, namun bisa menerapkan ilmunya dengan wujud akhlak yang baik.

“Bagi kita yang awam akan hakikat agama, ikutilah mereka yang berilmu luas mendalam dan mumpuni serta berakhlak terpuji, beragama secara sehat,” tutur Lukman lagi.

Karena betapapun seseorang yang berilmu dengan semangat yang terarah dan terukur akan membawanya kepada rahmat Ilahi.

“Berbekal semangat dan ilmu yang manfaat akan mendapat selamat dan rahmat,” tandasnya.

Namun sebaliknya, jika bersemangat beragama tanpa dibarengi dengan ilmunya maka bencana akan melanda, bukan hanya melanda bagi sekelilingnya melainkan kepada dirinya sendiri.

“Namun semangat beragama yang begitu menggebu tanpa diimbangi ilmu, bisa seperti api yang tak terkendali yang akan membakar semua yang ditemui, sehingga pada akhirnya membakar dirinya sendiri,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait