Bagaimana Cara Salat Idul Fitri Di Rumah? Ini Panduan Versi PBNU

  • Whatsapp
shalat jamaah
Salah seorang sedang sujud saat shalat berjamaah di tanah lapang. [source image : hijaz]

Inisiatifnews.com Salat Idul Fitri di masa pandemi Covid-19 perlu panduan dan pedoman khusus. Sebab, ini kondisi yang amat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perlu pedoman dan panduan dari lembaga keagamaan tentang ibadah setahun sekali ini.

Masyarakat rindu melaksanakan Salat Idul Fitri berjamaah di lapangan terbuka atau di Masjid diiringi gema takbir berkumandang di hari kemenangan. Namun, kondisi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Idul Fitri 1441 Hijriah berlangsung di tengah pandemi corona Covid-19.

Bacaan Lainnya

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) pun menerbitkan panduan ibadah Salat Idul Fitri di mana pelaksananya cukup di rumah saja bersama keluarga inti ataupun dilakukan sendirian. 

PBNU mengimbau umat Islam hendaknya membaca takbir pada malam Idul Fitri hingga pagi hari sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri (boleh berjamaah atau sendirian). Kemudian disunahkan mandi sebelum shalat Idul Fitri dan memakai pakaian yang bagus dan minyak wangi.

Disunahkan juga sarapan sebelum salat Idul Fitri dan membayar Zakat Fitrah sebelum salat Id jika belum melaksanakan. Salat Idul Fitri dikerjakan dua rakaat sebelum khutbah dan tidak ada azan dan iqamah sebelum shalat Idul Fitri.

Selanjutnya, rakaat pertama diawali dengan takbiratul ihram dan tujuh kali takbir, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya. Sedangkan rakaat kedua membaca takbir lima kali (selain takbir saat berdiri) kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya. Pada setiap takbir mengangkat kedua tangan dan di antara dua takbir membaca tasbih dan tahmid.

Bacaan surat Al Fatihah setelah surat pertama adalah surat Qaf dan rakaat kedua adalah surat Al Qamar. Atau surat Al A’la pada rakaat pertama dan Al Ghasiyah pada rakaat kedua. Atau boleh dengan surat yang lain.

Apabila imam lupa tidak bertakbir sebanyak tujuh kali atau lima kali, maka shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.

Hendaknya semua keluarga ikut mendengarkan khutbah. Khutbah tidak perlu panjang, cukup memenuhi rukunnya, baca Alhamdulillah, shalawat, baca ayat Al Qur’an, wasiat takwa, dan berdoa memohon ampunan. Demikian pula khutbah kedua.

Jika yakin seluruh keluarga bebas dari virus, maka boleh bersalaman untuk mengungkapkan maaf-memaafkan. Jika dalam kondisi sendirian tanpa ada teman lain untuk melaksanakan salat Idul Fitri, maka cukup dia salat Idul Fitri sendiri seperti salat Idul Fitri berjamaah (dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua) tanpa ada khutbah. (INI)

Pos terkait