Ahmad Alhabsyi Bagikan Tips PSBB Sikapi Covid-19

  • Whatsapp
Ahmad Alhabsyi
Ustadz Ahmad Alhabsyi.

Inisiatifnews.com Pendakwah, Ustadz Ahmad Alhabsyi menduga bahwa Ramadhan tahun 1441 Hijriyah ini adalah bulan Ramadhan terberat yang dialami oleh umat manusia.

“Ini jangan-jangan Ramadhan terberat dalam hidup kita. Untuk hadapi ini harus ada manhaj, strategi atau jurus untuk selamatkan kita di dunia dan muliakan kita di akhirat,” kata Al Habsyi dalam Kajian Nasional Ramadhan UNJ, Rabu (13/5/2020).

Bacaan Lainnya

Tips yang dibagikannya untuk melewati masa wabah virus Korona (Covid-19) seperti saat ini disebutnya dengan istilah PSBB. Tujuannya agar masyarakat khususnya umat Islam mampu melewati ujian berat tersebut.

“Tips ini saya namakan PSBB,” ujarnya.

P : Persepsi Baik Selalu Kepada Allah

Ustadz Ahmad Alhabsyi mengatakan bahwa untuk huruf P yang pertama ia katakan adalah Persepsi Baik Selalu Kepada Allah. Menurutnya, ketika seseorang menanamkan prasangka dan mindset positif terhadap segala kejadian yang tengah menimpanya, maka energi positif yang akan selalu menghampirinya.

“Kalau kita bersepsi positif maka yang hadir adalah energi positif dan jadi kenikmatan, begitu sebaliknya,” tutur Alhabsyi.

S : Semangatlah Selalu Beribadah

Kemudian huruf S disebutnya adalah Semangatlah Selalu Beribadah. Bagi Ahmad Alhabsyi, di momentum pandemi Covid-19 seperti saat ini seharusnya menjadi ajang bagi umat Islam untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Bukan justru menjadikan pembatasan-pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah dan otoritas keagamaan untuk bermalas-malasan dan kesempatan memperbanyak rebahan.

“Semangatlah selalu beribadah dalam kondisi apa adanya,” kata Alhabsyi.

B : Berani Menghadapi Ujian

Selanjutnya, untuk huruf B pertama, Ahmad Alhabsyi menyebutnya dengan istilah Berani Menghadapi Ujian. Karena betapapun kualitas keimanan seseorang tentu harus melalui ujian yang berat.

“Beranilah menghadapi ujian ini dengan kesabaran, ketenangan dan keberanian,” pungkasnya.

Saat seorang mukmin tengah menghadapi ujuan dari Tuhan, maka sejatinya ia tengah dilatih untuk mencapai kecerdasan-kecerdasan fundamental. Beberapa kecerdasan yang dimaksud Alhabsyi adalah kecerdasan spiritual, emosional dan sosial.

“Saat ujian tengah hampiri kita akan sebanernya sedang mengasah kecerdasan, kecerdasan spiritual yang artinya kecerdasan keimanan, kecerdasan emosional yang menjadikan kita bisa sabar dan menerima, kemudian kecerdasan sosial akhirnya kita suka memberi,” tuturnya.

Masih di dalam huruf B yang pertama tersebut, Alhabsyi juga mengatakan bahwa keberanian dalam menghadapi ujian juga penting untuk melatih kecerdasan akal. Jika seseorang mengalami ketakutan dan kepanikan yang berlebih seperti di tengah situasi Covid-19, kekhawatiran akan kehilangan akal sehat sangat beralasan sekali.

“Kenapa kita nggak boleh panik, gelisah, gaduh, dan takut karena akan terjadi kehilangan akal sehat,” sebutnya.

Ia pun memberikan contoh betapa akal sehat hilang dari kepala masyarakat di tengah wabah Korona. Dimana saat ada peristiwa penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19 oleh masyarakat.

“Banyak masyarakat menolak pemakaman korban korona, ini karena ketakutan yang berlebihan sehingga hilang akal sehat. Petugas pemakaman yang sudah dilengkapi standar kesehatan dilempar batu, ada jenazah yang sudah masuk ke liang lahat dipaksa petugas untuk mengeluarkannya, ini orang tak berakal,” jelasnya.

“Apa mereka tidak mikir jika itu adalah jenazah anak atau ibunya?. Mereka yang menolak pemakaman jenazah Covid belum tentu lebih mulia,” imbuh Alhabsyi.

Sementara itu, Alhabsyi juga menuturkan bahwa salah satu cara setan menjauhkan keimanan dari diri seorang muslim dan mukmin adalah dengan memberikan rasa takut yang berlebihan.

“Cara iblis dan setan menjauhkan diri kita dari Allah adalah menghadirkan ketakutan yang sangat besar, karena ketakutan bisa menghilangkan akal sehat,” pungkasnya.

B : Berbagi Kepada Sesama

Untuk huruf B yang terakhir, Alhabsyi menyebutnya dengan istilah Berbagi Kepada Sesama.

“Berbagilah kepada sesama,” sebutnya.

Baginya, justru di momentum Covid-19 seperti saat ini, umat Islam sangat diberikan kesempatan untuk bisa meluangkan tenaga, harta dan pikiran untuk didedikasikan membantu pengentasan wabah.

“Berlomba-lombalah dalam kebaikan, ketika memberikan manfaat maka lakukanlah. Ketika melakukan kebaikan maka sejatinya itu adalah kebahagiaan untuk kita sendiri,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Alhabsyi juga mengajak masyarakat luas untuk melakukan muhasabah diri menghadapi Covid-19, bahwa betapa besar kekuatan dan kekuasaan Tuhan.

“Maha besar Allah. Baru kita dihadapkan makhluk Allah yang sangat kecil dan tidak terlihat, bahkan butuh alat khusus untuk melihatnya, itu saja 200 negara pontang-panting, apalagi kalau ditampakkan makhluk-makhluk Allah yang lain yang terlihat, seperti Ya’juj Ma’juj, Dajjal dan sebagainya?,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait