Haedar Nashir Ajak Generasi Muda Indonesia Berhijrah Isi Kemerdekaan

haedar nashir
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto Twitter @HaedarNS)

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Haedar Nashir mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia dengan hijrah sejatinya memiliki kesamaan sudut pandang, yakni bagaimana berubah dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang merdeka.

“Kemerdekaan juga memiliki kesamaan dengan hijrah, yakni membebaskan diri dari belenggu penjajah yang menindas kepada perikehidupan baru yang leluasa menjalankan hak hidup sebagai bangsa merdeka,” kata Haedar Nashir, Kamis (20/8/2020).

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Haedar sebagai refleksi terhadap momentum kemerdekaan Indonesia yang juga tidak jauh bertepatan dengan peringatan tahun baru Hijriyah atau tahun barunya umat Islam.

“Ketika umat Islam Indonesia memperingati 1 Muharram 1442 sebagai awal tahun hijriyah, dua hari lalu baru saja bangsa Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaannya,” ujarnya.

Tidak hanya dilihat dari sudut pandang pengertiannya saja, bahkan semangat hijrah dan kemerdekaan Indonesia juga sama dari sisi aksinya. Di mana kata Haedar, Indonesia merdeka juga didasari dengan kepercayaan peran serta Tuhan di dalamnya.

“Apalagi para pendiri Republik ini mendeklarasikan kemerdekaan “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Sehingga dengan demikian, orang nomor satu di salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu menyebut, bahwa kemerdekaan dan hijrah ini jelas memiliki semangat yang sama, yakni bebas menjadi manusia yang berkehidupan baru dengan bimbingan rahmat Ilahi.

“Hijrah dan kemerdekaan memiliki spirit yang sama untuk hidup baru yang bebas dan bermakna dalam rahmat dan berkah Allah,” terangnya.

Oleh karena itu, Haedar Nashir pun mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia untuk bersama-sama mengisi momentum tahun baru Islam itu dengan mengisi juga kemerdekaan Indonesia dengan semangat Lillahi Ta’ala.

“Mari kita manfaatkan momentum kemerdekaan dan kehadiran awal tahun hijriyah sebagai jalan meraih kehidupan yang lebih baik dalam ridha dan rahmat Allah SWT,” tuturnya.

“Jadikan hidup muslim, termasuk kaum muda dan milenial, menjadi yang terbaik dengan meninggalkan segala yang salah dan buruk ke kondisi yang benar dan baik sehingga menjadi insan baru yang tercerahkan,” sambung Haedar.

Ia juga mengutip sebuah keterangan di dalam salah satu hadis, dari Abdullah bin Amru Nabi Muhammad bersabda, yang artinya “Seorang Muslim adalah orang yang selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR Bukhari & Muslim).

Atas dasar itu pula, Haedar pun menyerukan kepada para generasi muda Indonesia untuk berusaha menjadi manusia dan bangsa yang lebih baik lagi. Berbagai kegiatan dan sifat yang buruk yang selama ini dilakoni agar ditinggalkan dan melalukan hal-hal yang positif.

“Bagi muslim, lebih khusus kaum muda dan generasi milenial yang menjadi harapan umat dan bangsa berhijrahlah. Yakni hidup menjadi lebih benar, lebih baik, dan lebih pantas di berbagai hal seraya meninggalkan apa yang salah, buruk, dan tidak patut yang selama ini telah dilakukan,” seru Haedar.

“Jadikan momentum hijrah dan kemerdekaan sebagai jalan perubahan diri untuk menjadi lebih baik dan maju. Dimulai dari perubahan individual yang sederhana dan sehari-hari hingga urusan kolektif berbangsa dan bernegara serta relasi kemanusiaan semesta yang rahmatan lil-‘alamin,” tutupnya. []

Pos terkait