Azyumardi Azra Bersyukur Umat Islam Indonesia Beraliran Wasathiyah

  • Whatsapp
azyumardi azra
Guru Besar Ilmu Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Prof Azyumardi Azra saat mengisi materi di dalam diskusi online dengan tema "Khilafah dalam Lintasan Sejarah Islam".

Inisiatifnews.com – Guru besar ilmu sejarah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof Azyumardi Azra sangat bersyukur bahwa umat Islam terbesar di dunia yakni di Indonesia menganut aliran Islam Wasathiyah, yakni Islam garis tengah.

“Kita bersyukur di Indonesia tidap ada sektarian kelompok. Karena mainstream umat Islam di Indonesia adalah umat yang menganut wasathan (islam garis tengah), berbeda dengan negara-negara lain,” kata Azyumardi Azra, Minggu (6/9/2020).

Bacaan Lainnya

Di dalam diskusi online dengan tema “Khilafah dalam Lintasan Sejarah Islam” yang diinisiasi oleh para Alumni HMI (KAHMI) itu, Prof Azyumardi mengatakan, dampak yang baik dari sikap umat Islam di Indonesia yang wasathiyah itu adalah rendahnya tingkat konflik. Ia mengatakan jika konflik di Indonesia pasti terjadi, namun tak berlangsung lama seperti di negara-negara lain termasuk di Timur Tengah.

“Di Indonesia walau ada instabilitas tapi tidak berlangsung lama, kita harus bersyukur,” ujarnya.

Ia juga menyinggung mengapa sampai saat ini masih banyak pergulatan wacana tentang model pemerintahan negara ala Khilafah Islamiyah yang menjadi konsep dari Taqiyuddin An-Nabhani yang kemudian ditransformasikan oleh kalangan Hizbut Tahrir di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Menurut Azyumardi, hal ini karena tidak adanya konsep tekstual dan baku dari ajaran Islam baik yang ada di Al Quran maupun Hadist tentang konstruksi dan struktur sistem pemerintahan.

“Karena ketiadaan konsep yang jelas di Alquran dan hadist, bagaimana posisi Islam di negara itu. Ada beberapa prinsip dasar, ada al ‘adalah, assyura dan ada al musawa (musyawarah). Hasilnya ada berbagai model negara di dalam masyarakat Muslim,” terangnya.

Masih dalam konteks Islam wasathiyah, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah ini juga menilai bahwa Islam di Indonesia dengan Islam di timur tengah cukup berbeda. Di mana sisi toleransinya, masyarakat timur tengah cenderung lebih kurang toleran.

“Negara timur itu tidak toleran. beda dikit berantem,” ucap cendekiawan muslim Indonesia itu.

Oleh karena itu, ia melihat justru negara dengan penduduk mayoritas Islam di dunia yang memiliki prospek maju hanya Indonesia. Di mana umat Islamnya sangat toleran dan berpaham Islam wasathan tersebut.

“Jadi negara muslim yg punya prospek maju hanya Indonesia,” tegasnya.

“Ada Libia Timur dan barat perang karena Mesir dan Turki mau masuk. Di Yaman, anak-anak kecil ratusan ribu kelaparan karena dihantam terus oleh Saudi. Saudi dengan Qatar berantem. Kalau kita selalu konflik dan terjadi kekaucan-kekacauan itu kapan kita majunya. Negara dengan penduduk Muslim ratusan juta dan cenderung stabil ya Indonesia saja,” imbuh Azyumardi. [NOE]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait