Tata Cara Ziarah Kubur dan Bacaannya

  • Whatsapp
jokowi di tebuireng 1
Presiden Joko Widodo saat berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Salah satu amalan yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada hari-hari tertentu seperti hari Kamis atau Jum’at dan sebelum memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri, adalah ziarah kubur.

Ziarah kubur biasanya dilakukan dengan cara mengunjungi makam sanak keluarga atau leluhur yang sudah meninggal dunia. Tradisi ini di Jawa juga disebut dengan Nyadran. Kegiatan nyadran  ini biasanya diisi dengan membaca dzikir, tahlil dan doa-doa serta kegiatan menabur bunga dan membersihkan makam.

Bacaan Lainnya

Ada banyak manfaat atau hikmah yang dapat diambil dari kegiatan ziarah kubur, salah satunya adalah sebagai pengingat kematian bagi umat manusia serta menyadarkan kita untuk memperbanyak amal baik sebagai bekal di ahirat kelak.

Seperti yang disampaikan Rasullullah SAW pada hadistnya yang berbunyi:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

Artinya: “Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat“. (HR. Muslim).

Dari hadist tersebut jelas bahwa ziarah kubur diperbolehkan sepanjang tidak mengundang kesyirikan dan sepanjang berdoa atau meminta hanya kepada Allah SWT, bukan kepada orang yang sudah meninggal. Karena perbuatan tersebut termasuk dosa besar dan tidak diampuni oleh Allah.

Allah berfirman:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi ampun terhadap dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan memberi ampun terhadap dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya“. (QS. An Nisaa ayat 116)

Berikut tata cara ziarah kubur

  1. Berwudhu

Sebelum pergi ke pemakaman untuk berziarah, umat islam dianjurkan untuk menyucikan diri dengan cara berwudhu terlebih dahulu.

  1. Mengucapkan salam

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

(Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun)

Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian

  1. Posisikan Diri Menghadap Kiblat

Seperti yang kita tahu dalam agama islam, jenazah umat Islam dimakamkan dengan menghadap ke kiblat. Begitupun saat kita berziarah, sangat dianjurkan untuk menghadap ke kiblat, sehingga jika di Indonesia peziarah berada di sebelah kiri makam.

  1. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

(Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi)

Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya

  1. Membaca surat Al Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ ,الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ ,مٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ ,إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ,اهْدِنَا الصِّرٰطَ الْمُسْتَقِيمَ ,صِرٰطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّينَ

(Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin).

Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Sang Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat“.

    1. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

Surat Al Ikhlas :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

 

Surat Al Falaq :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

 

Surat An Naas :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
مَلِكِ النَّاسِۙ
اِلٰهِ النَّاسِۙ
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

 

  1. Membaca kalimat tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

(Laailaaha Illallah)

Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah

  1. Membaca doa ziarah kubur

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

 

(Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì “Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì).

Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran“.

  1. Tidak melakukan hal yang dilarang pada saat di kuburan

Ada beberapa larangan yang tidak diperbolehkan saat berada di pemakaman. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:

لَا تَجْلِسُوا عَلَى الْقُبُورِ وَلَا تُصَلُّوا إِلَيْهَا

Artinya : “Janganlah kalian sholat (berdoa) kepada kuburan dan janganlah kalian duduk di atasnya“.

Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dengan baik.


Pos terkait