Keutamaan Shalat Tarawih

  • Whatsapp
Tarawih
Salat di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Salat yang hanya ada di bulan suci Ramadan adalah shalat tarawih, yakni rangkaian shalat yang dilakukan sebanyak 11 rakaat maupun 20 rakaat dengan masing-masing shalat sebanyak 2 rakaat salam.

Salat ini dilakukan setiap malam usai salat Isya di sepanjang bulan suci Ramadan dan berhukum sunnah muakkadah, di mana ketika dilakukan akan sangat baik dan berpahala, sementara jika tidak dilakukan pun seseorang tidak berdosa.

Bacaan Lainnya

Lantas mengapa umat Islam dianjurkan menjalankan shalat tarawih sepanjang bulan suci Ramadan, ternyata selain menjalankan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW, ada keutamaan lain yang terkandung jika shalat sunnah tarawih ini dilaksanakan.

Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih memiliki beberapa keutamaan, antara lain ;

1. Umat Islam yang mengerjakannya akan diampuni terkait dosa masa lalu.

2. Salat tarawih adalah shalat sunnah yang juga dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidup beliau. Tentu jika dikerjakan maka akan sangat berpahala.

3. Mengerjakan shalat tarawih berjamaah akan mendapatkan pahala seperti mengerjakan shalat semalam suntuk.

Tidak hanya itu saja, ada pula waktu yang sangat mustajabah di sepanjang bulan suci Ramadan itu, yakni malam lailatul qadar. Di mana pahala yang ditawarkan oleh Allah SWT adalah siapapun yang menjalankan ibadah di malam itu sama halnya ia menjalankan ibadah selama 1.000 bulan. Nah, bagaimana jika shalat tarawih itu kita juga laksanakan di malam lailatul qadar?.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barang siapa yang shalat malam pada Ramadhan karena imanan dan ihtisaban, maka akan diampuni dosa-dosa yang lampau.” (HR. Bukhari No. 37 1904, 1905).

Disebutkan dari kitab Fathul Bari, bahwa kata imanan, berarti meyakini bahwa puasa di bulan suci Ramadan adalah perintah Allah yang wajib untuk dilaksanakan.

Sedang kata ihtisaban tercatat dalam kitab penjelasan “Shahih al-Bukhari” tersebut masih satu timbangan (sewazan) dengan kata “iftitahan” artinya pembuka. Jadi ihtisaban bermakna perhitungan.

Allah yang akan menghitung pahala puasa yang dilakukan oleh manusia. Oleh sebab itu, berpuasalah dan laksanakan perintah Allah agar memperoleh kemenangan di hari raya Idul Fitri.

Manhaj ulama tentang kriteria dosa yang diampuni Allah SWT

Mengenai dosa yang dimaksud dalam hadis di atas, terjadi perbedaan pandangan di kalangan ulama. Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli dalam buku Nihayah al-Muhtaj seperti dilansir laman NU Online, mengungkapkan, menurut Al-Imam al-Haramain (‘Abdul Malik bin ‘Abdillah bin Yusuf atau Al-Juwaini) yang dimaksud tersebut adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar.

Sementara itu, bagi Ibnu al-Mundzir, hadis tersebut adalah perkataan umum, dengan harapan diampuninya seluruh dosa-dosa orang yang menggelar shalat tarawih, baik yang termasuk dosa kecil maupun dosa yang besar.

Betapapun adanya perbedaan pandangan tersebut, melaksanakan shalat tarawih tetap menjadi kesunnahan. [NOE]

Pos terkait