Waktu, Syarat Sah, Niat dan Rukun Zakat Fitrah

  • Whatsapp
Zakat Fitrah
Zakat Fitrah.

Inisiatifnews.com – Zakat Fitrah adalah satu-satunya zakat yang hanya dibayarkan saat menjelang Idul Fitri. Dan zakat jenis ini sifatnya adalah fardlu khifayah bagi umat Islam yang memiliki kemampuan untuk membayarnya.

Pembayar zakat dalam Islam disebut sebagai muzakki.

Bacaan Lainnya

Allah SWT telah memerintahkan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa untuk membayarkan zakat. Hal ini sudah disampaikan oleh-Nya di dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 110, yang berbunyi ;

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Selain itu, Allah SWT juga sudah menyebutkan perintah membayar zakat di dalam Alquran Surat AL Muzammil ayat 20, yang berbunyi ;
اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙوَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖفَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Lebih spesifik, Allah SWT juga menyampaikan bahwa membayar zakat sejatinya adalah momentum bagi para hamba-Nya untuk membersihkan harta-harta mereka dari perkara yang kurang baik. Hal ini diutarakan-Nya di dalam Alquran Surat At-Taubah ayat 103, yang berbunyi ;
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

zakat fitrah
Beras.

Waktu membayar Zakat Fitrah

Ada tiga waktu yang bisa digunakan bagi muzakki untuk menyalurkan zakat fitrahnya. Yakni ;

1. Waktu ta’jil, yakni di awal bulan Ramadhan tiba hingga sebelum berbuka puasa di hari terakhir Ramadhan. Hukum membayar zakat pada waktu ta’jil adalah diperbolehkan.

2. Waktu wajib, yakni setelah matahari terbenam (setelah adzan maghrib) hingga sebelum salat subuh di akhir bulan Ramadhan.

3. Waktu afdhal atau waktu terbaik, yakni setelah selesai menjalankan salat subuh sampai tiba waktu pelaksanaan salat Idulfitri. Dalam hal ini, shalat Idulfitri yang dijadikan parameter adalah waktu pelaksanaan di tempat tinggal masing-masing.

Syarat sah Muzakki

Seseorang bisa diberikan label wajib membayar zakat adalah ketika memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain ; seseorang tersebut harus orang Islam baik yang beragama Islam sejak lahir maupun muallaf.

Kemudian, seorang muzakki adalah orang yang telah memiliki kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadan. Bahkan ketika seorang muslim meninggal dunia saat di bulan suci dan tak tidak sampai bertemu dengan malam terakhir Ramadan, maka ia tetap memiliki kewajiban membayar zakat fitrah yang bisa dibayarkan oleh ahli waris atau keluarganya.

Dan syarat terakhir adalah seorang muslim harus memiliki kemampuan finansial untuk membayar zakat. Kemampuan ini tidak boleh mengabaikan kebutuhan nafkah lahiriyah keluarga yang kehidupannya ditanggungnya.

Rukun Zakat Fitrah

1. Niat
Segala sesuatu diukur berdasarkan niatnya. Maka di dalam menunaikan zakat fitrah pun, seseorang wajib membaca niat.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.

Niat Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.

2. Muzakki
Muzakki adalah orang yang berkewajiban menyalurkan zakat fitrahnya.

3. Mustahik
Mustahik adalah orang yang menerima zakat. Bisa orang yang memang secara khusus sebagai penerima zakat yakni orang-orang fakir miskin dan kurang mampu, ataupun panitia penyelenggara penerimaan zakat fitrah.
Disunnahkan bagi Mustahik untuk membacakan doa kepada Muzakki. Sebagai contoh bisa membaca dengan kalimat di bawah ini ;
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

4. Harta
Dalam membayar zakat fitrah, harus ada harta yang dibayarkan yakni beras. Sebagai standar kualitas beras yang digunakan untuk membayar zakat adalah beras yang biasa dikonsumsi oleh muzakki setiap harinya. Bila muzakki sehari-harinya makan nasi dengan beras seharga Rp11.000 per kilogram, maka sebesar itulah kualitas beras yang harus dibayarkan sebagai harta zakat fitrah.

Kemudian, untuk jumlah beras yang dibayarkan adalah 1 sha’ atau setara 2,5 kg beras atau 3,5 liter beras. Dan pembayaran zakat ini bisa digantikan dalam bentuk uang bernilai sama dengan beras yang akan dijadikan harta zakat.

Pos terkait