Shalat Ibadah Mahdhah, Mahfud MD : Ikuti Saja

  • Whatsapp
Mahfud MD
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Prof Mohammad Mahfud MD.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD mendapatkan pertanyaan dari beberapa netizen tentang alasan mengapa rakaat shalat adalah sekian jumlahnya.

Hal ini diutarakan netizen pasca Mahfud memberikan sindiran terhadap sahabatnya, yakni Muhammad Said Didu yang salah dalam menjelaskan terminologi antara najis dan batalnya wudhu.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Mahfud, bahwa shalat adalah masuk dalam kategori ibadah mahdhah. Sehingga perkara berapa jumlah rakaat dan waktu shalat, sebaiknya tidak perlu dipertanyakan. Ia meminta agar netizen yang bertanya itu mengikuti saja apa yang diajarkan oleh syariatnya.

“Fiqh ibadah mahdhah itu tak perlu alasan. Ikuti saja,” kata Mahfud MD, Minggu (7/11).

Lantas kapan waktu dan bagaimana rukun shalat yang benar, alumni Pondok Pesantren al Mardhiyyah, Waru, Pamekasan, Madura itu hanya menguktip sebuah hadist riyawat Imam Buchori, yang berbunyi ; صلوا كما رأيتموني أصلي.

“Kalau sejarah 5 waktu dan rakaat-rakaat salat karena ada hadits Nabi, ‘Shalluu kamaa raaitumuunii ushalli’, Shalatlah kamu seperti kamu melihat aku melakukan shalat,” jelasnya.

Dan ketika banyak hadist yang menjelaskan tentang waktu shalat dan jumlah rakaat di masing-masing waktu shalat itu, maka sebaiknya itulah yang diikuti dan tak perlu dipertanyakan.

“Karena Nabi melakukan 5 waktu dan rakaat-rakaat seperti itu, maka kita ya mengikutinya,” sambung Mahfud.

Sedikit perlu diketahui, bahwa ibadah mahdhah adalah sebuah ibadah dalam arti sempit yaitu, aktivitas atau perbuatan yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Maksudnya syarat itu hal-hal yang perlu dipenuhi sebelum suatu kegiatan ibadah itu dilakukan. Beberapa ibadah mahdhah ini meliputi shalat, zakat, puasa, haji dan sebagainya.

Pos terkait