Catat! Iklim Tropis, Dingin Hingga Mandi Air Panas Tak Mampu Bunuh Covid-19

  • Whatsapp
Coronavirus
Ilustrasi Covid-19.

Inisiatifnews.com – Banyaknya simpang siur tentang informasi Coronavirus (Covid-19) yang tersebar di sosial media dan tak bisa begitu saja dipercaya kredibilitasnya, Inisiatifnews.com mencoba membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Berdasarkan artikel yang dirilis oleh lembaga kesehatan dunia di bawah naungan PBB, World Health Organization (WHO), ternyata banyak informasi yang justru tidak sesuai. Salah satunya adalah cuaca dan penggunaan air panas saat mandi dianggap mampu membunuh virus tersebut.

Bacaan Lainnya

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya masyarakat Indonesia tentang potensi penyebaran dan penularan Covid-19.

1. Iklim cuaca panas dan lembab (seperti Indonesia) tidak bisa mencegah Coronavirus.

Berdasarkan data dari WHO, cuaca panas maupun dingin tidak bisa membunuh Covid-19.

“Tidak ada alasan untuk percaya bahwa cuaca dingin dapat membunuh virus corona baru atau penyakit lainnya. Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5° C hingga 37° C, terlepas dari suhu eksternal atau cuaca,” tulis WHO dikutip oleh Inisiatifnews.com.

2. Mandi dengan air panas tak mampu bunuh Covid-19.

Menurut WHO, mandi menggunakan air panas tidak mampu membuat coronavirus mati. Bahkan menurut mereka, mandi menggunakan air yang sangat panas bisa membahayakan kulit.

“Sebenarnya, mandi air panas dengan air yang sangat panas bisa berbahaya, karena bisa membakar Anda,” imbuhnya.

3. Nyamuk bukan transmiter virus Corona.

Berdasarkan sejarah penelitian yang ada, Coronavirus baru tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk.

“Sampai saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa coronavirus baru dapat ditularkan oleh nyamuk,” tulis WHO.

Coronavirus baru adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau keluarnya cairan dari hidung.

“Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin,” tambahnya.

4. Pengering tangan dan sinar ultraviolet tak mampu bunuh Covid-19.

Mesin atau lap pengering tangan tidak mampu hindarkan kamu dari virus Corona. Apalagi menggunakan sinar ultraviolet. Menurut WHO, sinar ultraviolet justru bisa membuat tanganmu mengalami iritasi.

“Lampu UV sebaiknya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit,” jelasnya.

5. Thermal Scanner tidak ampuh deteksi penderita Covid-19 100 persen.

Hampir semua tempat publik seperti perkantoran, bandara, pelabuhan dan lain sebagainya memberlakukan pengecekan suhu tubuh untuk mendeteksi infeksi Covid-19.

Alat yang digunakan dalam pengecekan suhu tubuh itu adalah Thermal Scanner. Dan sayangnya, alat ini tidak bisa 100 persen bisa diharapkan untuk menangkap seluruh pengidap virus Corona.

“Mereka tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi tetapi belum sakit demam. Ini karena dibutuhkan antara 2 dan 10 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam,” papar WHO.

6. Untuk membunuh Covid-19, perlu vaksin khusus.

Vaksin melawan pneumonia tidak bisa melindungi kamu dari coronavirus. Vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberikan perlindungan terhadap virus corona baru.

“Virus ini sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin sendiri. Para peneliti sedang mencoba mengembangkan vaksin melawan 2019-nCoV, dan WHO mendukung upaya mereka,” pungkas mereka.

Pun demikian, WHO menyampaikan bahwa sekalipun vaksin ini tidak efektif terhadap 2019-nCoV, namun vaksinasi terhadap penyakit pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan kamu.

7. Bilas hidung secara rutin dengan garam tak bisa bunuh Covid-19.

Berdasarkan penjelasan WHO pula, bahwa tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur bisa melindungi orang dari infeksi virus corona. Memang bisa membantu tapi hanya sekedar meredakan influenza biasa.

“Ada beberapa bukti terbatas bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur dapat membantu orang pulih lebih cepat dari flu biasa. Namun, membilas hidung secara teratur belum terbukti mencegah infeksi pernapasan,” jelasnya.

8. Bawang putih bukan obat Corona.

Salah satu kekayaan rempah nusantara adalah bawah putih. Meskipun begitu, kamu perlu tahu bahwa memakan bawang putih tidak bisa mencegah kamu terinfeksi dengan coronavirus.

“Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti dari wabah saat ini bahwa makan bawang putih bisa melindungi orang dari coronavirus baru,” tegasnya.

9. Usia tak pengaruhi tingkat kerentanan Covid-19.

Berdasarkan catatan WHO, tidak bisa dijadikan acuan usia seseorang dengan potensi terinfeksi virus Corona. Menurut mereka, segala tingkat usia manusia memiliki potensi yang sama terjangkit Covid-19.

“Orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi oleh coronavirus baru (2019-nCoV). Orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menjadi sakit parah dengan virus,” paparnya.

Maka dari itu, WHO menyarankan orang-orang dari segala usia untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, misalnya dengan mengikuti kebersihan tangan yang baik dan kebersihan pernapasan yang baik.

10. Antibiotik bukan musuh Covid-19.

Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati coronavirus baru?. Jawabannya adalah tidak.

“Antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri,” kata WHO.

Hanya saja kamu jangan kaget ketika dirawat di Rumah Sakit karena terjangkit Covid-19 namun diberikan obat anti-biotik. Karena menurut WHO, bisa jadi pemberian obat itu karena khawatir ada infeksi bakteri di dalam tubuhmu.

11. Belum ditemukan obat untuk Covid-19.

Sampai sejauh ini, belum ditemukan vaksin khusus yang mampu membunuh Covid-19.

Hanya saja WHO menberikan saran kepada siapapun yang merasa terjangkit agar segera memeriksakan diri ke doker agar dapat penanganan medis lebih lanjut.

“Mereka yang terinfeksi virus harus mendapat perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit parah harus mendapatkan perawatan suportif yang optimal,” tegas WHO.

Beberapa perawatan spesifik sedang diselidiki, dan akan diuji melalui uji klinis. WHO pun sejauh ini membantu mempercepat upaya penelitian dan pengembangan dengan sejumlah mitra mereka.

Dan yang paling penting untuk menangkal penyebaran virus Corona, WHO meminta agar sering membersihkan tangan menggunakan sabun dan air atau bahan yang mengandung alkohol.

Hilangkan virus yang mungkin ada di tangan kamu dan hindari infeksi yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut dan hidung. [NOE]

Pos terkait