Ketum PBNU, Said Aqil Siradj Positif Covid-19

  • Whatsapp
IMG 20200605 200711
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj.

Inisiatifnews.com – Sekretaris Pribadi KH Said Aqil Siradj, Sofwan Erce menyampaikan kabar bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut tengah mendapatkan perawatan intensif karena positif COVID-19.

“Sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit di Jakarta dengan perawatan yang intensif,” kata Sofwan dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).

Bacaan Lainnya

Kiai Said Aqil dikabarkan telah melakukan PCR swab test pada hari Sabtu (28/11) kemarin, dan dari hasil pemeriksaan tes usap itu, ia divonis mengidap COVID-19.

Walaupun tengah terjangkit COVID-19, Kiai Said Aqil dikabarkan dalam keadaan yang masih baik.

Alhamdulillah pada saat ini belum dalam kondisi yang baik,” ucapnya.

Alasan mengapa kabar tentang penyakit COVID-19 ini diumumkan, Sofwan mengatakan bahwa ini sudah merupakan amanat dari kiai Said Aqil sendiri agar disampaikan kepada publik.

“Atas arahan beliau. Dan kami diminta untuk menyampaikan kabar ini,” paparnya.

Lebih lanjut, Sofwan juga menyampaikan bahwa berdasarkan pandangan Kiai Sadi Aqil, bahwa mengidap COVID-19 bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi, justru baik jika disampaikan sedini mungkin agar bisa mendapatkan penindakan medis.

Apalagi COVID-19 ini bukan penyakit yang memilih target inangnya. Siapapun memiliki potensi untuk terjangkit virus yang muncul dari Kota Wuhan, China itu.

“Yang sering beliau sampaikan, bahwa COVID-19 bukan aib, bukan hal yang buruh dan bisa menimpa siapa saja walaupun dari latar belakang apa saja,” jelas Sofwan.

Atas dasar itu, Sofwan menyampaikan pesan dari kiai Said Aqil, agar seluruh warga Nahdliyyin (kalangan NU -red) untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan bijak dan disiplin.

“Pesan beliau bagi warga NU khususnya, tetap patuhi protokol kesehatan, jangan lupa cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak,” kata Sofwan.

Karena menurut pesan kiai Said Aqil, dengan cara mematuhi protokol kesehatan semacam itu setidaknya bisa mengurangi potensi terkena virus COVID-19.

“Dengan itu, insya Allah kita akan bersama-sama terhindar dan mampu mengatasi dan melewati COVID-19 dengan baik,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait