FKS Sehat Gelar Rapid Test Gratis untuk Petugas Terminal Kargo Bandara Soetta

  • Whatsapp
WhatsApp Image 2020 05 05 at 15.57.02
Foto : Istimewa

Inisiatifnews PT Fokus Keluarga Sehat (FKS Sehat) kembali mengadakan rapid test massal gratis di lingkungan terminal kargo Soekarno Hatta pada Kamis, 30 April 2020. Tes ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya tes massal yang pertama digelar pada 9 April 2020 yang lalu. 

Rapid-test dengan menggunakan alat Vazyme ini diikuti oleh hingga 300 petugas bea cukai, imigrasi Angkasa Pura 2 Cargo, Gudang Gapura, Garuda Indonesia Kargo, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), AVSEC, dan petugas-petugas lainnya di lingkup Terminal Kargo Soekarno-Hatta. Mereka tetap beroperasi penuh selama masa gawat darurat kesehatan masyarakat akibat pandemi Covid-19 ini. 

Bacaan Lainnya

Yanuar Samron, Direktur FKS Sehat menyatakan, petugas-petugas yang bekerja di Terminal Kargo Soekarno-Hatta adalah garda terdepan dalam memastikan kelancaran arus masuk alat-alat medis yang diimpor dari luar negeri. Mereka terus bekerja keras sebagai upaya bersama mengatasi dampak penyebaran virus yang lebih luas lagi. 

“Namun, mereka juga rentan terpapar karena lini tugas yang dijalankan. Oleh karenanya, kami mengutamakan test massal kepada para petugas-petugas di lingkup terminal kargo sini. Karena ini menjadi usaha penting dalam upaya pemutusan rantai penyebaran Covi-19,” kata Yanuar.

Alat-alat medis yang masuk dari sini akan segera dikirimkan ke rumah sakit-rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan lainnya. “Sehingga penting untuk memastikan bahwa semaksimal mungkin kontaminasi virus dapat dicegah,” tandas Yanuar.

General Manager Logistik dan Distribusi Angkasa Pura Kargo, Ade Yolando Sudirman menyebut, FKS Sehat menjadi yang pertama mengadakan rapid test bagi pegawai di lingkungan Terminal Kargo Soekarno-Hatta. Langkah ini disambut baik oleh Angkasa Pura Kargo. 

“Kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada FKS Sehat telah memberikan kesempatan melakukan rapid test kepada para pegawai kami serta petugas lainnya di lingkup Terminal Kargo. Terlebih ini sudah kali kedua diadakan, di mana untuk test seperti ini memang sebaiknya dilakukan secara reguler,” ujar dia.

“Kami menilai tes cepat seperti ini menjadi krusial terutama bagi kami yang menjadi gerbang utama masuknya barang-barang dari negara negara lain, termasuk APD, obat-obatan, test kit dan sebagainya,” ungkapnya.

PT Fokus Keluarga Sehat (FKS Sehat) adalah distributor alat kesehatan yang memiliki Izin Distribusi Alat Kesehatan (IPAK) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

WhatsApp Image 2020 05 05 at 15.57.03
Para karyawan Terminal Kargo Soekarno-Hatta siap menjalani rapid test. [foto : Istimewa]

FKS Sehat menggunakan Vazyme Rapid Test COVID-19 yang telah mendapatkan lisensi the United States Food and Drug Administration (US FDA), lembaga pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (dengan merek dagang Biolidics), melalui Emergency Use Authorization (EUA). Selain itu, Vazyme juga berlisensi National Medical Products Administration (NMPA), badan pengawas produk medis dan obat-obatan Tiongkok; Health Sciences Authority (HSA), regulator produk kesehatan, bank darah, dan alat medis Singapura.

Vazyme teruji secara klinis memiliki tingkat keakurasian 95,09 persen, dengan sensitivitas terhadap virus SARS COVID 2 sebesar 91,54 persen serta specificity (kekhususan) terhadap virus sebesar 97,02 persen. Tes dilakukan secara hati-hati oleh dokter dan perawat yang didatangkan secara khusus, dengan terlebih dahulu mengukur temperatur tubuh peserta sebagai screening awal gejala. Petugas juga akan menanyakan kondisi-kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyertai jika didapati temperatur tubuh tinggi.

Berbeda dengan tes antigen yang harus menggunakan darah venipuncture atau plasma darah yang disentrifugasi dan dilakukan di ruang lab yang steril untuk mencapai akurasi, tes antibodi rapid dapat dilakukan cukup dengan menggunakan darah dari tusukan jari serta dapat dilakukan dalam pengaturan drive-through.

Hasil rapid test juga menggambarkan kondisi antibodi dalam tubuh, sehingga jika terdeteksi positif juga dapat dilihat apakah peserta tes berada pada fase awal virus, atau sudah di fase akhir, yang tergambar dari tingginya tingkat antibodi sebagai mekanisme tubuh melawan virus. Oleh karenanya, keakuratan dan specificity alat yang digunakan sangat penting demi memastikan bahwa tidak ada hasil yang meleset (false positive maupun false negative) yang dapat membahayakan pasien serta orang di sekitarnya. 

Sejak 31 Maret 2020 yang lalu, negara Tiongkok melalui Kementerian Perdagangan dan General Administration of Customs memperketat pengawasan atas ekspor alat rapid-test COVID-19 menyusul keluhan dari berbagai negara di Eropa akan ketidak-akuratan alat yang mereka terima. Penggunaan alat yang bersertifikat NMPA, HSA dan EUA (di bawah otorisasi US FDA) dari negara produsen menjadi salah satu kontrol penting dalam hal ini. (FMM)


Pos terkait