Sandiaga Uno Harap Rakyat Tidak Lengah dengan Potensi Second Wave Covid-19

  • Whatsapp
Sandi Uno
Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Salahuddin Uno.

Inisiatifnews.com – Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 (RIB) yang dipimpin oleh Sandiaga Salahuddin Uno terus bergerak membantu pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

Kali ini, RIB menggelar rapid test massal di Lapangan Sinarmas, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Rapid test ini ditargetkan untuk para masyarakat umum, para Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan pekerja lepas di wilayah Kecamatan Gambir.

Bacaan Lainnya

Dalam rapid test ini, RIB menyiapkan dua mobil lab untuk tes PCR atau swab test dan dua mobil ambulance. Swab test ini diperuntukan bagi warga yang reaktif Covid-19. Mobile Laboratorium RIB ini dapat mengambil 320 sampel per hari. Adapun, hasil swab test bisa diketahui hanya dalam kurun waktu 3 jam.

Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Uno mengatakan, rapid test massal yang diselenggarakan ini merupakan hasil kerja sama Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19, Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Polres Jakarta Pusat, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). Kecamatan Gambir ini merupakan satu-satunya kecamatan yang masuk ke zona hijau di Jakarta Pusat.

“Kegiatan ini adalah bukti gerak cepat dari Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 yang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat dalam penanganan wabah Covid-19,” kata ujar Sandiaga, Jumat (19/6/2020).

Kemudian, ia juga menyampaikan rasa syukur atas status zona hijau yang ditetapkan kepada beberapa kawasan. Salah satunya adalah di Kecamatan Gambir Jakarta Pusat.

Ia harap status zona hijau tersebut bisa tetap diperhatankan dengan kerjasama yang baik dan kolektif dari seluruh warga di sana.

“Kecamatan Gambir ini sudah masuk zona hijau. Satu-satunya kecamatan di Jakarta Pusat yang berstatus zona hijau. Ini harus terus dijaga dan sosialisasi serta edukasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan patuhi protokol yang ketat dan disiplin,” ujarnya.

Sandiaga menegaskan, saat ini Indonesia tengah memasuki era New Normal dan sebagian ekonomi mulai dibuka secara perlahan sesuai tahapan pemerintah.

Oleh karena itu, mantan Wakil Guernur DKI Jakarta itu pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 19 Juni 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 43.803 kasus. Sedangkan, sebanyak 17.349 pasien berhasil sembuh dan 2.373 pasien yang meninggal dunia.

Pun demikian, Sandi masih memiliki keyakinan dan optimistis bahwa Indonesia mampu menghadapi situasi sulit ini.

“Kita yakin dengan bersatu padu maka kita akan mampu menuntaskan perjuangan melawan Covid-19. Kita juga harus memastikan masyarakat bahwa Covid-19 itu ancaman yang nyata, jangan diplesetkan ini konspirasi karena sudah lebih dari 2.000 saudara kita yang sudah meninggalkan kita,” tuturnya.

Suami Nur Asia Uno itu pun meminta kerjasamanya seluruh masyarakat agar angka kasus COVID-19 tidak semakin membengkak lagi.

“Jangan angka ini terus bertambah dan menjadi statistik. Tapi angka ini harus menjadi pengingat buat kita semua bahwa perjuangan ini belum selesai,” serunya.

“Kita harus tuntas dan putuskan mata rantai penyebaran Covid-19, salah satunya melalui program rapid test dan PCR test. Selain itu, kita juga memiliki program tracing dan threating,” tambah Sandi.

Dalam rapid test massal ini, RIB menyiapkan 700-1.000 alat rapid test. RIB juga tetap mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam pelaksanaan di setiap kegiatan, termasuk rapid test massal.

“Peserta yang hasilnya reaktif diobservasi lebih lanjut dan kita akan jaga mereka hingga sembuh. Kita akan terus melakukan 3 T (Testing, Tracing dan Threating). Dengan begitu, penyebaran wabah Covid-19 dapat segera teratasi,” ujar Sandiaga.

Sandiaga meminta masyarakat untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sandiaga pun berpesan kepada semua pihak agak jangan terlena dan terkecoh dengan situasi yang mulai melandai. Karena bisa jadi ketika masyarakat lengah, maka muncul second wave atau gelombang kedua wabah COVID-19.

Dan ia memberikan contoh, bahwa gelombang kedua wabah flu Spanyol yang paling mematikan. Di mana Flu Spanyol ini terjadi pada 1918-1920 yang merenggut hampir 50 juta jiwa di seluruh dunia.

“Oleh karena itu, kita belajar dari pengalaman dan sejarah. Jangan sampai kita terlena dan lengah sehingga kita tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin,” ujarnya. []

Pos terkait