Benar Mau Putus dari COVID-19?. Silahkan Disiplin

  • Whatsapp
doni monardo
Kepala BNPB, Doni Monardo. [foto : dokumen BNPB]

Inisiatifnews.com – Sejak terdeteksi di Indonesia pada awal bulan Maret 2020 lalu, Indonesia masih belum bisa menghentikan penyebaran COVID-19 bahkan hingga sampai saat ini.

Apalagi, per hari ini tercatat ada 137.468 orang terpapar COVID-19. Dan hari ini peningkatan mencapai 2.345 orang.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, bahwa sebenarnya persoalan saat ini mengapa jumlah penularan COVID-19 masih tinggi lantaran perilaku disiplin penerapan protokol kesehatan yang masih diabaikan banyak orang di Indonesia.

Padahal kata Doni, kunci utama untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 adalah bagaimana menjaga kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, setidaknya hingga vaksin untuk penyembuhan virus tersebut ditemukan.

“Hanya kalau kita bisa melakukan perubahan perilaku dengan disiplin, disiplin dan disiplin serta patuh protokol kesehatan maka kita akan mampu memutus mata rantai penularan,” kata dia saat menjadi pemateri pada diskusi daring di Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Dikatakan, perilaku disiplin dan menerapkan protokol kesehatan menjadi alat atau kekuatan utama yang dimiliki masyarakat Indonesia karena sampai saat ini obat COVID-19 belum ada.

“Vaksin pun baru bisa efektif beberapa bulan ke depan,” katanya.

Menjelang vaksin benar-benar ditemukan dan dapat diproduksi massal, maka akan ada sejumlah kemungkinan-kemungkinan yang masih bisa terjadi. Ia menjelaskan perubahan perilaku yang diminta untuk diterapkan masyarakat tadi juga merujuk pada kesadaran kolektif dan peran dari seluruh komponen bangsa.

“Ada 63 persen keberhasilan kita dalam menangani COVID-19 adalah di bidang sosialisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, peran komunikasi publik adalah hal yang mendasar dan memiliki peranan besar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus.

Mengacu pada pentingnya komunikasi publik tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut mengingatkan, terhadap sebuah kalimat tentang pentingnya mengenal diri sendiri dan musuh ketika menyikapi sebuah persoalan.

“Kenali dirimu, kenali musuhmu. Seribu kali kau akan menang, seribu kali kau berperang, seribu kali kau akan menang,” tandasnya.

Penggalan kalimat-kalimat tersebut, ujarnya, relevan untuk disandingkan dengan keadaan saat ini. Tujuannya agar masyarakat paham betapa bahayanya virus corona.

“COVID-19 memang berbahaya,tetapi proses seseorang terpapar itu karena ada yang membawanya yaitu manusia. Oleh karena itu, butuh upaya memutus penyebaran yang bisa menciptakan kesehatan masyarakat,” katanya. []

Pos terkait