Presiden Telah Minta Jajarannya Matangkan Persiapkan Vaksin Covid-19

  • Whatsapp
presiden
Presiden Joko Widodo.

Inisiatifnews.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan, bahwa dirinya sudah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran terkait agar mematangkan persiapan pengadaan vaksin COVID-19.

“Menunggu tersedianya vaksin Covid-19, saya telah meminta jajaran terkait agar perencanaan yang detail segera dilaksanakan: waktu dimulainya, lokasinya, siapa yang melakukan, hingga siapa yang divaksin pertama,” kata Presiden Jokowi, Senin (28/9/2020).

Bacaan Lainnya

Ketika seluruhnya sudah matang dan siap, ia berharap agar vaksin anti Covid tersebut bisa didistribusikan kepada masyarakat.

“Dengan begitu, saat vaksin ada, vaksinasi bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa saat ini Universitas Padjajaran (UNPAD) bersama PT Bio Farma tengah melakukan pengujian terhadap vaksin Covid-19. Bahkan Gubernur Jawa Barat Muhammad Ridwan Kamil adalah salah satu relawan yang telah disuntikkan vaksin yang terbuat dari virus Covid-19 yang dimatikan itu.

Dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Panjaitan berharap agar Bio Farma segera mempercepat dan mempersiapkan pengadaan vaksin tersebut, dalam rangka meningkatkan jumlah pasien sembuh akibat virus tersebut.

“Percepatan produksi obat ini untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19,” kata Luhut melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 26 September 2020.

Di dalam agenda Rapat Koordinasi (Rakor) Penyediaan Obat Covid-19 di Jakarta. Luhut juga berharap agar seluruh kebutuhan dipermudah untuk didapat demi hadirnya vaksin ini.

“Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang hadir dalam rakor virtual itu juga menyatakan mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri.

Terawan menyatakan bakal mendukung pengajuan dan pengadaan obat bersama dengan BUMN dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

“Kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu dan kita tidak membuat kebijakan yang justru kita tidak bisa menyelamatkan (pasien Covid) seperti apa yang Bapak (Menko Luhut) sampaikan,” ujar Terawan. []

Pos terkait