Tompi Jelaskan Isolasi Mandiri yang Benar Hadapi Covid-19

  • Whatsapp
tompi
dr ‎Teuku Adifitrian alias Tompi.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com – Dokter spesialis kulit, dr ‎Teuku Adifitrian alias Tompi memberikan penjelasan kepada netizen yang bertanya tentang kondisi kerabatnya yang diminta Rumah Sakit untuk melakukan isolasi mandiri (self isolate) atau karantina mandiri (self quarantine) meskipun sudah dinyatakan positif Covid-19.

Menurutnya, protokol kesehatan yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien positif Corona sudah tepat mengingat keterbatasan ruang medis bagi penderita virus yang menyerang sistem imun dan pernafasan manusia itu.

Bacaan Lainnya

“Protokolnya udah benar. Positif tanpa gejala self isolated di rumahnya,” kata Tompi di akun twitternya @dr_tompi, Kamis (19/3/2020).

Hanya saja ia memberikan catatan kepada netizen tersebut agar kerabatnya yang dimaksud itu untuk mematuhi aturan medis agar wabah tersebut bisa segera pulih dan tidak menular ke orang lain termasuk ke keluarga di rumah.

“Dengan catatan (self isolated) dikerjakan dengan tertib. 14 hari di kamar sendiri, jangan kontak dengan keluarga dulu, pakai masker, rajin bersih-bersih, cuci tangan, makan benar, tidur cukup, support dengan vitamin,” imbuhnya.

Kemudian Tompi juga menjelaskan bahwa bisa jadi alasan mengapa Rumah Sakit meminta pengidap Covid-19 pulang dan melakukan karantina mandiri adalah karena keterbatasan daya tampung, sehingga yang harus mendapatkan perawatan dan isolasi di Rumah Sakit biasanya diutamakan bagi yang positif dan menunjukkan dampak gejalanya.

“Kenapa dipulangkan?? Karena kapasitas RS gak akan cukup menampung semua. Jadi protokolnya memang hanya merawat yang positif dengan gejala dengan pertimbangan antisipasi bila perburukan (gangguan nafas),” jelasnya.

Terakhir, musisi Jazz itu meminta kepada netizen yang bertanya kepadanya agar menyampaikan pesan kepada kerabatnya itu agar tidak usah panik dan tetap tenang. Ia meyakinkan bahwa kerabatnya akan baik-baik saja ketika anjuran pola hidup sehat yang disebutkannya itu diikuti.

“Jadi sampaikan ke keluarganya, gak perlu panik atau khawatir selama langkah-langkah di atas dikerjakan. Mohon maaf bila info ini gak tersampaikan di RS mungkin karena kapasitas kerjanya udah overload,” tambahnya.

[RED]

Share to your social media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait