Mau Bahas Proyek Wisata Halal di Bali, Sandiaga Uno Dikritik Uki

sandiaga uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Inisiatifnews.com – Demografer muda, Dedek “Uki” Prayudi memberikan kritikan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang mewacanakan proyek pembangunan wisata halal di pulau Dewata, Bali.

Menurut Uki, sebagai Menteri yang membidangi sektor pariwisata nasional, Sandiaga Uno lebih mengedepankan wacana dan rencana proyeksi pembangkitan sektor pariwisata lokal dengan menggunakan karakteristik dan kultural penduduk di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Mas menteri, harusnya jadikan karakteristik komunitas sebagai kekayaan yang dijual di sebuah lapak ekosistem industri yang bernama pariwisata,” kata Uki dalam keterangannya, Minggu (27/12/2020).

Dengan menguatkan kultur dan karakteristik masyarakat lokal untuk pembangunan pariwisata tersebut, justru akan memberikan trigger kepada masyarakat lokal untuk bisa berpartisipasi.

“Kuatkan ekosistemnya sampai level terkecil dengan perkuat infrastruktur dan SDM IT agar semua berkesempatan berpartisipasi,” jelasnya.

Contoh mudahnya adalah dengan melihat Bali yang menjadi wacana Sandiaga Uno. Dikatakan Uki, masyarakat Bali mayoritas adalah pemeluk agama Hindu. Maka pendekatan pembangunan sektor pariwisata di sana seharusnya mengangkat kultur dan karakteristik masyarakat lokal di sana.

Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu meyakini, jika pembangunan sektor pariwisata dengan mengedepankan kebudayaan dan karakteristik masyarakat lokalnya, maka peningkatannya tidak hanya akan dirasakan di level nasional, melainkan juga sebagai wujud nyata menjaga kelestarian budaya asli Indonesia.

“Bali itu 87% Hindu. Pembangunan pariwisata dengan pendekatan budaya bukan hanya berhasil tingkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, tapi juga means of preserving local culture,” tutur Uki.

Jika memang ada brand “Halal” dalam membangun pariwisata, maka lebih tepatnya digunakan di sektor pariwisata yang diduduki oleh masyarakat dengan mayoritas beragama yakni Muslim.

“Apa sih yang di cari dengan membangun wisata halal di Bali? Kalau mau, buat di kampungku, Bukittinggi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Uki tak mempermasalahkan wacana wisata halal yang digaungkan oleh Sandiaga Uno tersebut. Hanya saja, ia berharap program tersebut disasar di lokasi yang tepat, bukan asal jadi.

“Sejujurnya, wisata halal itu baik dan sedang digemari wisatawan. Tapi ya sesuaikan dengan kecocokannya sama budaya lokal. Jangan cuma ingin menarik wisatawan, tapi kesampingkan partisipasi warga lokal. Ini dampaknya hingga ke pemerataan akses terhadap kesejahteraan,” paparnya.

Pos terkait