Gofar Hilman Ungkap Keistimewaan Didi Kempot

  • Whatsapp

Inisiatifnews.com – Penyiar radio Hard Rock FM, Gofar Hilman membagikan pengalamannya kenal dengan almarhum Didi Kempot melalui channel Youtube pribadinya.

Dalam video yang berjudul “Rest In Peace Didi Kempot”, Gofar mengungkapkan betapa hebatnya sosok Didi Kempot sepanjang pengalamannya mengenal sang maestro musik campursari itu.

Bacaan Lainnya

Gofar mengaku mengenal Didi Kempot saat dirinya menggelar Ngobam (Ngobrol Bareng Musisi) secara off-air di Solo sekitar hampir setahun lalu. Saat perjumpaannya di Solo itu, Gofar mengaku kaget bahwa Didi Kempot tidak pernah menunjukkan bahwa ia adalah seorang legendaris apalagi merasa menjadi seseorang yang sangat terkenal.

“Mas Gofar kan artis ibukota, ngapain capek-capekin jauh-jauh datang ke Solo ketemu sama penyanyi desa,” kata Gofar menirukan pertanyaan Didi Kempot kepadanya.

Mendapati pertanyaan sepolos itu dari Didi Kempot, Gofar menjelaskan bahwa orang asli Solo yang duduk di hadapannya itu adalah seorang legenda yang terkenal seantero negeri. Di situlah Gofar kagum dengan sosok pencipta lagu Stasiun Balapan itu.

“Pakde… Pakde itu legend, semua orang kenal Pakde, semua orang hidup di lagu-lagu Pakde,” timpal Gofar.

Yang tidak kalah penting disampaikan Gofar dalam kesaksiannya, bahwa Didi Kempot suka sekali menyampaikan kalimat terima kasih, bahkan untuk hal sekecil apapun.

“Setiap ketemu, Pakde itu kayak selalu mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Dengan cara Didi Kempot secamam itu, Gofar sampai mengaku bingung mengapa Didi suka sekali mengatakan terima kasih kepada hal-hal yang justru dianggapnya tidak perlu dirinya untuk mendapatkan ucapan semacam itu.

Penghargaan yang diberikan Didi Kempot kepadanya itulah yang justru ingin selalu dipegang dan diteladaninya, bahkan terhadap sekecil apapun yang dialaminya selama ini.

Sikap low profile yang dicontohkan oleh seorang Didi Kempot ini juga menjadi trigger bagi dirinya untuk tidak bersikap sombong dengan apapun.

“Setiap kali mau sombong itu kayak keingat Pakde Didi gitu,” pungkasnya.

Apresiasi Hasil Karya

Selain itu, Gofar Hilman juga menyinggung tentang kekayaan intelektual terhadap hak cipta seseorang atas karya-karya Didi Kempot.

Dalam video tersebut, Gofar menyampaikan bahwa dirinya pernah mendapatkan pesan agar dapat memperjuangkan karya-karya seni Didi Kempot yang dibawakan sembarangan orang lain tanpa ijin, bahkan tidak ada satu rupiah pun royalti yang diterimanya atas hasil karya yang seharusnya menjadi haknya itu.

“Semoga mas Gofar dan teman-teman yang dengar ini bisa memperjuangkan lagu-lagu saya,” tutur Gofar.

Di lanjutan videonya, Gofar bahkan menceritakan sebenarnya di sinilah kerendahan hari sosok Didi Kempot. Di mana ada sebuah kisah yang ia dengar bahwa ada seseorang penyanyi yang sampai datang ke Didi Kempot untuk meminta ijin menggunakan lagunya untuk aksi panggung, sayangnya penyanyi tersebut mengaku tidak punya uang untuk membayar royalti sebagai kompensasi dari penggunaan karya orang lain itu.

Dan di situ, Didi Kempot mengijinkannya dan mendoakan agar lagu-lagu yang dibawakan penyanyi tersebut bisa menjadi jalan berkah dan jalan rezeki.

Dari konteks itu, Gofar menangkap bahwa Didi Kempot tidak sekedar mengejar nominal uang, melainkan penghormatan. Karena menurutnya, penghargaan atas sebuah karya mutlak diberikan kepada seseorang yang menggunakan karya tersebut untuk kebutuhan apapun.

“Jadi ternyata bukan uang atau materi, ternyata kayak izin dulu, saya (Didi) suka banget dengan izin. Uang belakang, yang penting ngomong dulu sama saya, siapa tahu kita bisa jadi teman,” cerita Gofar.

Perlu diketahui, bahwa pria bernama lahir Dionisius Prasetyo itu wafat di usianya yang ke 53 tahun di Rumah Sakit Kasih Ibu karena serangan jantung. Ia telah dikebumikan di Ngawi, Jawa Timur dekat dengan orang tua dan saudara kandungnya yakni Mamiek Prakoso.

Bahkan sebelum wafat, Didi Kempot sempat terlibat di dalam konser amal untuk penggalangan dana membantu penangulangan wabah Covid-19 yang saat ini tengah melanda Indonesia. Dan dari konser amal itu berdasarkan pengakuan dari Rosiana Silalahi selaku Pimpinan Redaksi KompasTV sebagai penyelenggara, telah terkumpul uang sebesar Rp 7,6 miliar. [NOE]

Pos terkait