Polisikan Anji, Andi Arief Nilai Muannas Alaidid Berlebihan

  • Whatsapp
muannas
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com – Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menilai bahwa sikap main lapor polisi Muannas Alaidid terhadap penyanyi dan content creator Erdian Anji Prihartanto alias Anji berlebihan.

“Menurut saya pelaporan Muanas Alaidit terhadap penyanyi Anji terlalu berlebihan,” kata Andi Arief, Rabu (5/8/2020).

Bacaan Lainnya

Jika hanya alasan promosi obat herbal yang diklaim Hadi Pranoto sebagai obat penyembuh COVID-19, seharusnya orang yang juga mengklaim obat yang bisa menyembuhkan COVID-19 sebelumnya pun dilaporkannya pula.

“Kalau alasannya karena ada niat promosi obat herbal, apakah rakyat harus mengadukan Pak Jokowi yg promosi obat malaria?,” ujarnya.

Kemudian, Muannas juga dinilai Andi Arief sok tahu soal obat tertentu apakah benar-benar bisa membantu mengobati COVID-19 atau tidak.

“Muanas Alaidit merasa paling tahu soal obat covid sehingga mengadukan penyanyi Anji. Pertanyaan saya, memangnya Aidit tahu obat covid saat ini,” ucapnya.

Bagi Andi Arief, persoalan Anji sudah bisa diselesaikan setelah pelantun tembang “Menunggu Kamu” itu sudah minta maaf. Walaupun secara pribadi pun, ia kurang sependapat dengan sikap Anji tersebut.

“Saya belum tentu setuju dengan Anji. Tapi dia sudah minta maaf,” tandasnya.

Melepaskan kicauannya itu di sosial media, netizen pun banyak yang merespon. Salah satunya adalah pemilik akun @fuadinohasano123. Ia mempertanyakan mengapa Muannas tidak melakukan hal serupa dengan klaim sepihak dari Kementerian Pertanian soal kalung anti COVID-19.

“muanas ga lapor ktika ada yg ciptakan Kalung sakti anti Kopit😅,” kicaunya.

Perlu diketahui, bahwa Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid melaporkan musisi Anji ke Polda Metro Jaya.

Muannas mengatakan, akibat konten YouTube Anji yang berjudul “Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!” di kanal YouTube dunia MANJI telah menjadi polemik dan dinilai meresahkan masyarakat. Walaupun saat ini video tersebut sudah dihapus oleh pihak YouTube.

Dengan begitu, Muannas menegaskan Anji harus membuktikan tentang opini publik yang berkembang di masyarakat tersebut dengan melaporkannya ke jalur hukum.

“Kalau dia enggak bisa membuktikan, maka dianggap penyebar berita bohong,” kata Muannas kepada wartawan.

“Kami khawatir saja kalau enggak dilaporkan, ini dianggap bukan persoalan besar dan tidak ditindaklanjuti,” tegas Muannas.

Adapun, nomor laporan tersebut yakni LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanda tanggal 3 Agustus 2020. Pasal yang disangkakan yakni Pasal 28 Ayat (1) Jo Pasal 15A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atau Pasal 11 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. []

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait