Maafkan Permadi Arya, Ini Pesan Gus Miftah

  • Whatsapp
permadi arya dan gus miftah
Permadi Arya dan Gus Miftah.

Inisiatifnews.com – Pegiat sosial media, Permadi Arya alias Abu Janda telah bertemu secara langsung dengan Gus Miftah. Pertemuan tersebut dilakukan oleh Deddy Corbuzier melalui channel podcast Youtube miliknya.

Dalam kesempatan itu, Perdami Arya berkesempatan untuk menyampaikan klarifikasinya secara langsung kepada Gus Miftah terkiat dengan polemik cuitannya tentang Islam arogan.

Bacaan Lainnya

“Itu bukan tweet mandiri, bukan tweet tunggal yang diposting di timeline (twitter),” kata Permadi mengawali penjelasannya di depan Gus Miftah.

Ia mengatakan bahwa tweet tersebut adalah komentar untuk merespon tweet milik mantan Wasekjen MUI Pusat KH Tengku Zulkarnaen yang menyinggung arogansi minoritas terhadap mayoritas.

“Tweet itu adalah respon aku terhadap cuitannya Tengku Zulkarnaen,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa memang aktivitasnya selama di sosial media adalah bagaimana melakukan kontra narasi terhadap kelompok-kelompok yang dianggapnya radikal dan provokatif.

“Aku tuh seorang striker, salah satu aktivitasku di twitter adalah men-counter tweet-tweet yang provokatif,” ujarnya.

Hanya saja, komentar yang disampaikan Abu Janda tersebut dianggap Gus Miftah tidak pas. Jika memang tujuannya adalah untuk memberikan komentar, sebaiknya menggunakan kalimat-kalimat yang lebih spesifik, bukan general Islam seperti yang ditulisnya itu. Sehingga wajar ketika bisa memunculkan tafsir lain dan membuat banyak kalangan marah.

yang arogan di Indonesia itu adalah islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat.

— Tweet Permadi Arya

“Ini sebenarnya tidak akan menjadi masalah ketika tweet Arya Permadi ini lebih spesifik. Seharusnya bukan Islamnya, tapi model Islam mungkin seperti Tengku Zul,” kata Gus Miftah.

Namun ia melakukan disclaimer bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki masalah khusus dengan Tengku Zulkarnaen, walaupun ia pun sering sekali berbeda pendapat dengan tokoh ormas Mathla’ul Anwar itu.

“Saya tidak membela Tengku Zul, saya sering berbeda pendapat dengan beliau, tapi Wallah, ketika saya mendapat penghargaan Moslem Choice Awards, saya ketemu di panggung, saya cium tangan sebagai orang tua,” terangnya.

Mendapatkan penjelasan itu, Permadi Arya pun mengakui kekhilafannya dan menyampaikan permohonan maaf. Apalagi dalam
polemik tersebut, brand besar ormas Nahdlatul Ulama dan Banser menjadi terseret-seret karenanya.

“Aku janji Gus, mulai ke depan aku mulai town down, lebih pakai kaidah-kaidah NU seperti tawasuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan tasamuh (toleran) segala macem, aku janji,” kata Permadi.

Nasehat dan Pesan khusus Gus Miftah ke Permadi Arya

Tentang konteks kasus ini, Gus Miftah memberikan penilaian bahwa Permadi Arya kurang memiliki dan menerapkan nilai keadaban dan sopan santun sebagai seorang muslim dan kader NU.

“Melihat mas Arya Permadi ini, tentunya saya mencatat, satu, beliau kurang adab, tentunya terhadap Islam itu sendiri apalagi kepada Nahdlatul Ulama,” kata Gus Miftah.

Jika memang Permadi Arya merasa sebagai warga Nahdliyyin, tentu cara-cara NU yang harus dikedepankan ketika melakukan kontra narasi.

“Di Ahlusunnah Wal Jamaah itu memberikan kontra narasi kepada non Ahlusunnah atau orang-orang keras atau Islam apapun itu boleh, tapi tentunya dengan cara yang baik. Makanya kemasannya adalah watawa shoubilhaqqi watawa shoubisshobri (dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran QS Al Ashr : 3),” tuturnya.

Di samping itu, Gus Miftah juga meminta agar Permadi Arya lebih banyak belajar dan memahami konsep wasathiyah yang ada di Nahdlatul Ulama, tentunya kepada para kiyai-kiyai NU. Sehingga sepak terjangnya dalam bersikap dan memberikan kontra narasi yang diinginkan bisa mencerminkan konsep Nahdliyyin itu.

Dalam kesempatan itu pula, Gus Miftah pun menyampaikan beberapa nasehat kepada Permadi Arya agar lebih bijak lagi di dalam melakukan sesuatu, khususnya dalam menjalankan aktivitasnya di media sosial.

“Jadikan medsos sebagai wasilah (perantara) untuk mendapatkan ridlo Allah. Jangan sampai gara-gara medsos kita mendapatkan murka dari Tuhan. Naudzubillah,” tutur Gus Miftah.

Video lengkap Deddy bersama Gus Miftah dan Permadi Arya di halaman selanjutnya.


Pos terkait