Masih Banyak Orang Berkerumun Jadi Alasan Angka Covid-19 Masih Tinggi

  • Whatsapp
Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito.

Inisiatifnews.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, Prof Wiku Adisasmito menyampaikan, bahwa apa yang menjadi alasan sehingga kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi dan bahkan semakin melonjak dari hari ke hari.

Ia mengatakan, bahwa hal itu terjadi lantaran virus yang memiliki kode SARS CoV 2 tersebut masih banyak bersirkulasi. Terlebih lebih lagi, masih banyak masyarakat Indonesia yang mengabaikan protokol kesehatan, salah satunya adalah menghadiri kerumunan.

Bacaan Lainnya

“Di Indonesia kenapa kasusnya tinggi, karena virusnya masih banyak bersirkulasi. Karena masih diberi kesempatan oleh orang-orang Indonesia yang masih berkerumun,” kata Wiku di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Wiku membandingkan kasus di Indonesia yang masih tinggi dengan Singapura dan China yang sudah jauh menurun atau bahkan hampir tidak ada. Dia menyebutkan kasus COVID-19 di kedua negara tersebut menjadi sedikit, atau beberapa wilayahnya bahkan terbebas dari pandemi, karena sirkulasi virus di negara tersebut tersisa sedikit.

Karena virus SARS CoV 2 yang beredar di Singapura dan China sedikit, maka virus terbatas ruang geraknya dan tidak bisa menulari orang lain sehingga kasusnya hanya sedikit.

Sementara di Indonesia, kata Wiku, virus masih mudah berpindah-pindah dan memperbanyak diri karena masih terdapat banyak kerumunan manusia. “Jadi dia bisa loncat bisa menular, pada saat menular dia mengimplifikasi, jumlahnya makin banyak,” jelas Wiku.

Wiku menyebut cara agar virus tidak bisa memperbanyak diri di Indonesia adalah dengan mempersempit gerak virus agar tidak bisa meloncat dari satu manusia ke manusia lain. Yang perlu dilakukan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. []


Pos terkait