Ketum IDI Imbau Tenaga Kesehatan Tak Usah Takut Divaksin

  • Whatsapp
Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih1
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Daeng Muhammad Faqih.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Muhammad Faqih tekah menerima suntikan vaksin tahap kedua di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia disuntik usai Presiden Joko Widodo.

Suntik vaksin COVID-19 yang dilakukannya tersebut dalam kapasitasnya sebagai perwakilan tenaga medis Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah mewakili ikatan dokter, lalu ada kawan-kawan bidan, perawat, apoteker dan sebagainya,” kata Daeng, Rabu (27/1/2021).

Berdasarkan testimoninya, bahwa efek samping dari vaksin COVID-19 tidak membahayakan. Bahkan ia merasakan usai divaksin yang pertama, efek samping yakni pegal-pegal di area bekas suntik akan hilang dalam waktu lima jam saja.

Alhamdulillah efek samping yang saya rasakan itu minimal sekali. Hanya terasa pegal di tempat suntik dan itu hilang lima jam, sudah mereda,” ujarnya.

Sehingga ia pun menyarankan kepada para tenaga medis di Indonesia, agar tidak merasa takut dan khawatir terhadap vaksinasi tersebut.

“Teman-teman tenaga kesehatan, tidak perlu khawatir (divaksinasi),” serunya.

Alasan mengapa ia sepakat para tenaga medis disuntik vaksin lebih awal, karena mereka adalah para kelompok masyarakat yang ada di garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, sehingga risiko tertularnya pun sangat tinggi.

“Kita yang setiap hari berhadapan dengan pasien, risikonya tinggi. Sehingga kita perlu cepat-cepat divaksin,” tambahnya. []

Pos terkait