Angka Covid-19 Tinggi, Muhammadiyah Minta Rakyat Tak Saling Hujat

  • Whatsapp
muhammadiyah logo

Inisiatifnews.com – Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, KH Abdul Mu’ti menyampaikan, bahwa persoalan pandemi COVID-19 bukan menjadi tanggungjawab dan kesalahan satu pihak tertentu saja, sehingga menafikkan gotong royong untuk berusaha menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Ini soal hajat hidup orang banyak,” kata Abdul Mu’ti, Kamis (28/1/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menyarankan agar antar sesama bangsa Indonesia tidak memilih untuk mengedepankan ego dengan menghardik kelompok lain.

“Tak bijak jika terus saling hujat. Pandemi Covid-19 bukan hanya masalah angka-angka, tapi pertaruhan masa depan bangsa,” ujarnya.

Dari pada memilih sisi negatif itu, orang nomor dua di salah satu ormas terbesar di Indonesia itu mengajak semua komponen bangsa untuk bersama-sama menyelamatkan Indonesia dari bencana non alam ini.

“Mari bergandeng tangan, selamatkan kehidupan,” serunya.

Perlu diketahui, bahwa kasus COVID-19 sampai laporan terakhir yakni tanggal 27 Januari 2021 pukul 12.00 WIB, tercatat kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai angka 1.024.298 orang. Kemudian untuk kasus meninggal terdampat penambahan 387 orang dengan angka kumulatif sebesar 28.855 orang. Sementara untuk kasus sembuh alami meningkatan sebesar 10.974 orang dengan angka kumulatif sebesar 831.330 orang.

Sejalan dengan itu, pemerintah pusat tengah menggencarkan program vaksinasi COVID-19. Dan diproyeksikan pertengahan bulan Februari nanti, program vaksinasi untuk masyarakat akan dimulai.

“Saya kita di bulan Februari pertengahan sudah bisa,” kata Presiden Joko Widodo, Rabu (27/1).

Walaupun program vaksinasi tengah berjalan, Presiden juga menyerukan kepada masyarakat untuk tetap disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan, termasuk kepada mereka yang sudah disuntik vaksin sekalipun.

“Meskipun nanti sudah divaksin, kita tetap jangan lupa protokol kesehatan,” tegasnya.

Karena vaksinasi adalah salah satu upaya penanggulangan pandemi COVID-19, sementara upaya utama adalah bagaimana agar meminimalisir penularan dengan cara menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, selalu memakai masker dan jaga jarak dengan menghindari kerumunan.

“Selain vaksinasi, kunci yang kedua adalah menjaga protokol kesehatan, hindari kerumunan, kurangi mobilitas ke mana-mana,” sambungnya. [RED]

Pos terkait