ARM Sayangkan Kemenkes Ogah Dialog Buka Data soal Vaksinasi

Kemenkes
Kantor Kemenkes RI.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Koordinator Presidium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Ida Nurhaida mengaku sangat kecewa dengan sikap Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang tidak bersedia menerima dialog dengan pihaknya terkait dengan keterbukaan data vaksinasi.

Padahal kata Ida, pihaknya pernah dijanjikan oleh pihak Kemenkes untuk beraudiensi.

Bacaan Lainnya

“Kemenkes tidak bersedia menemui massa meskipun sudah ada janji sebelumnya,” kata Ida kepada wartawan, Minggu (16/1).

Akibat sikap Kemenkes itu, Ida merasa wajar saja ketika masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan program vaksinasi yang dijalankan oleh pemerintah itu.

Karena sejauh tidak ada keterbukaan informasi dan sikap fair adu data dan fakta, maka pihaknya meyakini bahwa para pembantu Presiden khususnya Menteri Kesehatan tidak ingin ada akuntabilitas dalam menjalankan kinerjanya.

“Ini menunjukkan bahwa para pembantu presiden tidak mampu menutupi borok pemimpin Republik +62 (Indonesia -red) yang serba serampangan dalam membuat ataupun menjalankan kebijakan terutama yang berkaitan dengan penanganan Covid 19,” tegasnya.

Ida khawatir proyek vaksinasi Covid-19 hanya sebatas proyek untung-untungan pemerintah saja.

“Akal sehat kita dikudeta oleh regulasi yang manipulatif berlindung di bawah penanganan Covid 19 yang dijadikan kambing hitam untuk menutupi kegagalan pemerintah,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa pada hari Kamis (13/1) sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tampak beberapa tokoh oposisi yang hadir adalah Ali Ridho Assegaf alias Babe Aldo dan Muslim Arbi.

Bahkan di tengah orasinya di dalam kantor Kemenkes RI, Babe Aldo sampai menuding bahwa lembaga yang saat ini dipimpin oleh Budi Gunadi Sadikin tersebut sebagai sarang mafia karena tidak mau bertemu dan berdialog dengan dirinya.

Pos terkait