Ke Musni Umar, Uki : Semoga Mahasiswa Anda Lebih Baik

  • Whatsapp
Musni Umar
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar.

Inisiatifnews.com – Eks juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi kembali menyentil rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Musni Umar.

Menurut pria yang karib disapa Uki itu, seharusnya sebagai seorang akademisi apalagi berlabel profesor ilmu Sosiologi, agar mengedepankan pendekatan ilmiah dibandingkan sentimen rasial saat menyikapi suntik vaksin Covid-19 di Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

“Yang terhormat, Rektor sekaligus Sosiolog Universitas Ibnu Chaldun, mau dia produk mana, pengembangan vaksin adalah proses ilmiah. Maka sikapi secara ilmiah, challenge dia dengan kaidah keilmuan, bukan dengan sentimen apalagi sentimen rasial,” kata Uki, Sabtu (29/8/2020).

Demografer muda itu berdoa agar para Mahasiswa di kampus yang dipimpin oleh Musni Umar bisa jauh lebih baik kualitasnya daripada sang Rektor.

“Semoga mahasiswa/i Anda lebih baik dari Anda,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa Musni Umar menyinggung Gubernur Jawa Barat Mohammad Ridwan Kamil yang baru saja melalukan suntik vaksin Covid-19 tahap pertama.

Dalam kicauannya, Musni Umar meminta agar suntik vaksin tersebut stop sampai Gubernur saja, dan pengujian vaksin itu tidak dilakukan kepada masyarakat awam.

“Yang terhormat Bapak Gubernur Jabar. Cukup Bapak saja yang disuntik vaksin produk China. Rakyat sebaiknya jangan,” kicau @musniumar.

Ridwan Kamil adalah salah satu dari sekian banyak relawan suntik vaksin Covid-19 yang telah diuji klinis oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.

Dikatakan Ridwan Kamil, bahwa vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuhnya itu adalah virus Covid-19 yang telah dilemahkan.

“Tubuh saya sekarang resmi mengandung virus Covid-19 yang sudah dilemahkan atau dimatikan,” kata Ridwan Kamil di akun instagram pribadinya @ridwankamil, Jumat (28/8).

Selain itu, pria yang karib disapa Kang Emil itu juga memberikan testimoninya usai disuntik vaksin virus Covid-19 tersebut. Ia mengatakan ada perubahan sesaat pada fisiknya saat vaksin tersebut dimasukkan ke dalam tubuhnya.

“Selama 5 menit, cenat-cenut dan mati rasa di sepanjang tangan sebelah kiri. Namun setelahnya alhamdulillah normal, hanya jadi rada mengantuk dan lapar yang tidak biasanya,” ujarnya.

Ia pun memohon doa kepada masyarakat agar antibodi yang ada di dalam tubuhnya bisa aktif dan mampu mengenali virus baru tersebut. Sehingga ketika virus Covid-19 yang aktif sampai menyerang tubuhnya bisa langsung dikenali dengan sistem antibodi tersebut.

“Doakan semoga pasukan antibodi akan muncul setalah vaksinasi ini, sehingga jika virus aktif benerannya suatu hari hadir, maka tubuh ini mampu melawannya dengan maksimal,” tandasnya. [NOE]

Pos terkait