Pelanggan Keluhkan Akunnya di Akulaku Dibobol, Limit Kreditnya Dikuras Habis

  • Whatsapp
Hacker
Ilustrasi gambar : mediakonsumen.com

Inisiatifnews.com Kecanggihan teknologi informasi di era revoluasi digital 4.0 seperti saat ini, kehati-hatian perlu dikuatkan. Apalagi teknologi fintech (financial technology) yang justru tidak dibarengi dengan sistem keamanan yang baik. Jangan sampai kemudahan yang diharapkan justru kerugian yang dituai.

Salah satunya adalah pelanggan Akulaku.com bernama Sugianto. Ia mengeluhkan sistem keamanan digital startup yang satu ini.Betapa tidak, akun miliknya dibobol peretas dan limit kreditnya berhasil dikuras hingga habis untuk belanja barang.

Bacaan Lainnya

Diceritakan Sugianto, kejadian itu berlangsung pada hari Jumat (3/4) sekitar pukul 09.01 WIB. Dimana dirinya kaget akunnya tidak bisa diakses karena diambil alih orang pihak tak bertanggungjawab.

“Telah terjadi pembobolan akun belanja online saya di Akulaku oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, akun saya diretas dan nomor HP untuk login ke aplikasi Akulaku diganti oleh pelaku,” kata Sugianto kepada Inisiatifnews.com, Sabtu (4/4/2020).

Saat dirinya sadar akunnya dibobol, ia pun langsung melaporkannya ke pihak manajemen Akulaku agar ia bisa mendapatkan kembali akses login ke membernya.

“Saat saya coba infokan ke pihak Akulaku untuk kejadian seperti ini ternyata harus melakukan prosedur yang lumayan panjang,” ujarnya.

“Setelah mengikuti prosedur, akun saya pun dapat login kembali. Namun setelah saya lihat fitur kredit limit saya berkurang, ternyata pelaku sudah menggunakan akses kredit limit saya untuk belanja yang nominal sangat besar hampir Rp 5 juta lebih dan itu dibuat cicilan,” imbuhnya.

Mendapati limit kreditnya dikuras peretas, ia pun langsung melayangkan protes dan berharap agar pihak Akulaku segera membatalkan transaksi tersebut.

Namun sayangnya, keluhannya tidak dipuaskan dan ia tetap diminta oleh pihak Akulaku untuk tetap membayar apa yang sebetulnya tidak ia belanjakan.

“Pihak Akulaku menginfokan bahwa jika ada proses pembelian semua harus tetap dibayar karena itu kebijakan pemegang akun. Loh ini merugikan saya karena bukan saya yang melakukan pembelian tersebut dan akun saya dibobol padahal saya tidak pernah sharing password ataupun OTP ke orang lain,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa OTP adalah One Time Password. Sebuah sistem verifikasi yang dikirimkan melalui email atau nomor telepon pelanggan saat melakukan sebuah transaksi virtual atau online baik itu pendaftaran akun atau transaksi lainnya. Biasanya berisi digit number yang diberikan dengan batasan waktu paling lama 5 menit untuk memverifikasinya.

Berdasarkan laporan dari Sugianto, ternyata bukan dirinya saja yang pernah mengalami kondisi seperti itu. Bahkan sudah banyak yang mengeluhkan hal yang sama sebelumnya.

“Ternyata banyak sekali konsumen Akulaku mengalami hal yang sama, karena lemahnya keamanan aplikasi Akulaku yang nyatanya gampang sekali dibobol dan perubahan nomer HP yang notabene untuk login aplikasi, tidak menggunakan seperti OTP,” terangnya.

Terakhir, Sugianto kembali meminta dengan tegas kepada pihak Akulaku.com untuk menghapus seluruh transaksi yang dikeluhkannya, karena bukan merupakan bagian transaksi yang valid dan dilakukannya sendiri.

Dan ia berharap pula agar pihak startup yang bernaung di bawah payung hukum PT Akulaku Silvrr Indonesia tersebut memblokir akunnya setelah proses keluhannya diselesaikan. Dan ia tetap akan membayar tagihan cicilan kredit yang ada sebelum kasus pembobolan ini terjadi.

“Hapus tagihan yang bukan asli pembelian saya, dan saya akan bayar sesuai tagihan yang sebelum adanya pembelanjaan terbobolnya akun. Setelah itu saya minta penutupan akun permanent dan tolong selama proses penindakan masalah ini akun tidak dapat digunakan,” tutup Sugianto.

Berdasarkan data yang dikirimkan kepada Inisiatifnews.com, pihak peretas menggunakan nomor telepon 0838-0104-8161. Barang yang berhasil dibeli oleh pelaku dengan sistem kredit menggunakan kredit limit milik Sugianto adalah smartphone Samsung Galaxy A50 dan Mainan Drone Bugs. Dan kedua barang tersebut dikirimkan ke alamat jelas di Jl Nomor 3 depan bengkel Joni depan SD 1, Mushola Al Arif, Kelurahan Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

IMG 20200404 192926
Pemesanan yang dilakukan pelaku peretas terhadap 2 unit barang. [dokumen : Sugianto]

Dan saat ini, keluhannya itu sudah disampaikan ke pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta blog mediakonsumen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Akulaku.com terkait dengan kasus tersebut.

[NOE]

Pos terkait