Panglima TNI Nilai Medsos Banyak Digunakan untuk Propaganda

  • Whatsapp
IMG 20200604 WA0024
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Inisiatifnews.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sejuah ini kemajuan teknologi informasi banyak disalahgunakan oleh beberapa kalangan, salah satunya adalah media sosial.

Geliat kemajuan sosial media yang mudah sekali diakses masyarakat ini juga membantu mempercepat akses informasi antar masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sejalan dengan itu, media sosial ini acap kali digunakan oleh sebagian kalangan untuk melakukan propaganda untuk menggiring pemikiran orang-orang kepada perspektif tertentu secara masif.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat syaraf,” kata Marsekal TNJ Hadi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (21/11/2020).

Selain sebagai media propaganda, Hadi juga menyoroti penggunaan media sosial yang dapat digunakan untuk perang informasi atau pun perang psikologi.

Ia juga menyinggung penggunaan hashtag atau tagar dan trending topic di media sosial yang bisa mengarahkan suatu isu tertentu.

“Sekarang kita mengenal hashtag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, beberapa pekan terakhir ini media sosial tengah diramaikan dengan sejumlah isu yang cukup hangat.

Meski tak menjelaskan secara detail, Hadi mengatakan, salah satunya soal ancaman separatisme menggunakan media sosial untuk memisahkan diri dari NKRI.

Ia menuturkan, aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, melainkan juga berkembang melalui kampanye internasional dengan memanfaatkan media sosial.

Jika tak dikontrol dengan baik, Hadi khawatir isu-isu tersebut akan membuat masyarakat semakin terpolarisasi.

“Isu-isu tersebut bila kita lihat membuat masyarakat terkotak-kota, terpolarisasi, dan dibenturkan satu sama lain,” ucapnya.

“Terdapat pula narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah dan tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat,” imbuh Hadi.

Untuk itu, Hadi mengatakan, perlu kesamaan pandangan dan persepsi guna mengahadapi persoalan di media sosial.

Menurutnya, persoalan itu tak bisa diselesaikan oleh satu instansi semata.

“Butuh penanganan komprehensif, integral, dan terpadu,” tuturnya.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait