Jadi Role Model Santri, Mahfud MD Digandeng Salurkan Bantuan Laptop dan Internet Ke Ponpes

  • Whatsapp
IMG 20210504 WA0010
Menko Polhukam Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Sebanyak 12 pondok pesantren (ponpes) di sejumlah daerah mendapatkan donasi 100 unit laptop dari kerjasama BenihBaik.com dan XL Axiata. Ponpes yang menerima donasi ini juga akan dipasok sarana akses internet.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dipilih menjadi ikon dari kalangan santri dalam program donasi ini. Salah satu yang mendapat bantuan adalah Ponpes Al Mardliyyah, Pamekasan, Madura, tempat Mahfud pernah menimba ilmu.

Bacaan Lainnya

Mahfud dinilai menjadi tokoh nasional  yang dapat menjadi role model santri di seluruh pelosok Indonesia. Sehingga dengan program ini, para santri dapat mencontoh tokoh yang integritas dan kiprahnya tak perlu diragukan.

Diketahui, bantuan ini adalah program pengembangan Desa Digital yang diinisiasi sejak 2020. Ponpes adalah komunitas yang memiliki potensi penggerak ekonomi di pedesaan. Melalui donasi laptop dan sarana akses internet, para santri bisa meningkatkan literasi digitalnya. Sehingga mendorong dan membimbing masyarakat pedesaan ikut memanfaatkan sarana digital supaya lebih produktif.

Donasi laptop untuk pesantren ini diserahkan kepada Mahfud MD secara simbolis oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Selasa (4/5). Hadir juga secara virtual CEO dan Founder BenihBaik.com Andi F Noya.

Mahfud MD
Foto : Istimewa.

Ke-12 pondok pesantren yang menerima donasi laptop adalah Pondok Pesantren Al-Huda, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah; Pondok Pesantren Ummul Quro’ Assuyuty, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur; Pondok Al Mardliyyah, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur; Pondok Pesantren Al Huda, Malang Jawa Timur; Pondok Pesantren Al Falah, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; Pondok Pesantren Al Ikhsan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Kabupaten Malang, Jawa Timur; dan Pondok Ponpes Al Utsmaniyah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Juga Pondok Pesantren Al Ashr, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; Pondok Pesantren Bina Ilmi, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; Pondok Pesantren Insan Quran Mulia, Nusa Tenggara Barat; serta Pondok Pesantren Al Ishlah, Gorontalo.

Selain laptop, kepada para penerima donasi, XL Axiata juga memberikan sarana akses internet. Bahkan, kalangan pesantren juga akan mendapatkan program lanjutan yakni pelatihan sejumlah keahlian digital, seperti memanfaatkan media sosial untuk promosi produk, fotografi, dan membuat konten digital yang efektif dan kreatif.

Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan, bantuan perangkat dan sarana prasarana teknologi informasi di kalangan pondok pesantren ini bisa menjadi penambah manfaat bagi pendidikan di kalangan para santri.

Apalagi teknologi informasi menjadi sarana pendidikan yang sangat penting bagi para santri agar bisa terus mengikuti perkembangan zaman.

“Santri itu jumlahnya jutaan, ada puluhan ribu pesantren dan sebagian besarnya masih tradisional belum akrab dengan teknologi. Karena masa depan tidak mungkin kita ini maju termasuk pesantren kalau tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi,” kata Mahfud dalam sambutannya secara virtual.

Screenshot 20210505 002213 Gallery
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dalam acara penyerahan donasi laptop untuk Ponpes, Selasa (4/5/2021).

Mantan Menteri Pertahanan ini berharap apa yang dilakukan oleh XL Axiata dan yayasan BenihBaik.com dapat menjadi trigger bagi pegiat kemanusiaan dan pengembangan pendidikan untuk ikut melakukan hal yang sama.

“Peran serta XL Axiata dan BenihBaik merupakan satu contoh yang mudah-mudahan bisa menjadi stimulus yang terus dan menjadi bola salju yang diikuti oleh pegiat-pegiat kemanusiaan dan pendidikan untuk pembinaan SDM lainnya di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Bagi Mahfud MD, pondok pesantren harus ikut dalam gerakan membangun bangsa dan negara. Untuk melakukan hal itu, penguasaan terhadap teknologi informasi menjadi tak terhindarkan lagi di era ekonomi digital 4.0.

“Pesantren tidak boleh mundur, harus ngerti perkembangan teknologi kalau ingin ikut membangun bangsa, berperan dengan baik di dunia ini. Tanpa harus menghilangkan watak kepesantrenan, yaitu jujur, lurus dan disiplin,” tuturnya.

Terakhir, Mahfud mengucapkan terima kasih atas dedikasi XL Axiata yang berkolaborasi dengan yayasan BenihBaik terhadap perkembangan pendidikan di pondok pesantren.

“XL Axiata dan BenihBaik, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya, mudah-mudahan ini semua ada manfaatnya bagi kemajuan bangsa kita,” pungkas Mahfud MD.

Pos terkait