Dibanding Buat Aplikasi Password Manager, Mending BSSN Fokus Amankan Situas Pemerintah

  • Whatsapp
IMG 20190823 155420
Logo BSSN.

Inisiatifnews.com – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sigit Widodo menyarankan agar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) fokus saja pada pekerjaan yang lebih substantif dan memiliki sisi urgensi yang tinggi.

Hal ini disampaikan Sigit untuk menyikapi launching aplikasi SATRIA yang dilakukan oleh BSSN dan Kementerian PAN-RB beberapa waktu yang lalu.

Bacaan Lainnya

“Sebetulnya BSSN RI bagus-bagus saja membuat aplikasi ini, meskipun sudah banyak sekali aplikasi yang sama tersedia secara gratis,” kata Sigit dalam kicauannya di akun Twitter pribadinya, Kamis (4/11).

SATRIA adalah aplikasi password manager yang diproduksi dan dikembangkan oleh lembaga yang saat ini dipimpin oleh Letjen TNI (purn) Hinsa Siburian. Tujuannya adalah sebagai pengingat dan keamanan password terhadap aplikasi dan perangkat ponsel yang saat ini masih ditujukan kepada para aparatur sipil negara (ASN).

Sayangnya, Sigit menganggap bahwa aplikasi semacam itu sah-sah saja dibuat oleh BSSN, akan terapi ada yang lebih besar lagi bisa dilakukan oleh lembaga tersebut untuk negara, yakni mengoptimalkan keamanan aplikasi dan situs milik pemerintah.

Apalagi beberapa waktu yang lalu, beberapa website milik plat merah telah dibobol oleh peretas, walaupun kabarnya hanya menyasar tampilan sampul web saja menggunakan teknik defacing.

“Masalahnya, banyak pekerjaan rumah yang masih belum dikerjakan dengan benar, terutama soal keamanan situs dan basis data pemerintah,” ujarnya.

Sayangnya kata Sigit, salah satu situs pemerintah yang sempat menjadi sasaran hacking adalah situs milik BSSN sendiri. Seharusnya kata Sigit, inilah yang perlu digarap serius oleh lembaga tersebut, bukan mem-blow-up pekerjaan yang dinilainya kurang substansial.

“Kita menyaksikan serangkaian peretasan situs internet dan basis data milik pemerintah dan lembaga negara yang terus berulang dan belum dihentikan, termasuk peretasan pada situs milik BSSN sendiri,” tuturnya.

Oleh karena itu, Sigit pun menyarankan kepada BSSN agar tidak terlalu menggembar-gemborkan dengan merilis aplikasi semacam itu.

“Sebaiknya teman-teman BSSN lebih berkonsentrasi menjaga keamanan database dan website pemerintah,” tandas Sigit.

“Kalaupun mau buat aplikasi penyimpan password untuk ASN, tidak perlu juga diumumkan ke publik seperti ini. Diam-diam sajalah,” pungkasnya.

BSSN rilis aplikasi password manager

Sebelumnya, BSSN telah merilis produk karya mandiri berupa aplikasi Password Manager SATRIA (Sandi Anda TerenkRIpsi dengan Aman).

Aplikasi tersebut adalah sebuah produk teknologi Manajemen Password yang dikembangkan oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi Badan Siber dan Sandi Negara untuk keamanan perangkat ponsel pintar.

Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian mengatakan, bahwa pihaknya merilis aplikasi tersebut sebagai bentuk upaya pemerintah dalam menjalankan literasi digital terhadap keamanan kaya kunci atau password. Dan aplikasi tersebut untuk saat memang ditargetkan untuk kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Jadi yang kita launching ini adalah bagian dari literasi yang menjadi tugas dari BSSN yaitu literasi keamanan dan kita fokuskan untuk ASN kita,” kata Hinsa di kantornya, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (2/11).

Aplikasi ini tidak akan menganulir aplikasi-aplikasi lain yang ada di perangkat ponsel, akan tetapi menjadi pelengkap bagaimana pentingnya kesadaran tentang penggunaan password yang aman.

“Jadi kalaupun kita launching apps ini, bukan berarti aplikasi yang lain tidak digunakan. Akan tetapi bagian dari literasi perlu kesadaran untuk mengubah password dalam konteks keamanan informasi,” jelasnya.

Hadir di dalam peluncuran aplikasi SATRIA tersebut adalah Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo.

Pos terkait