Mahfud MD : Rocky Gerung Intelektual Yang Berpikiran Bebas

  • Whatsapp
rocky gerung
Rocky Gerung.

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kerap berbeda pendapat dengan peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rocky Gerung.

Misalnya dalam sebuah talkshow beberapa hari lalu dengan tema pembebasan Ustad Abu Bakar Ba’asyir, Mahfud fokus berbicara kasus dari kacamata hukum. Sedangkan filsuf yang tengah naik daun itu melihat dari sisi pandang politik.

Bacaan Lainnya

Namun, perbedaan pendapat antara dua tokoh ini tak lantas membuat keduanya bermusuhan. Malahan, keduanya saling lempar pujian.

Rocky memuji Mahfud saat peluncuran buku Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di MK Karya Eks Wamenkumham Denny Indrayana di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (01/02/2019) lalu. Rocky sempat bilang, ingin jadi tim sukses Mahfud MD bila terpilih menjadi calon presiden maupu wakil presiden. Selain itu, Mahfud dinilai Rocky punya pikiran otentik dan berhasil membawa Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi lembaga yang berwibawa dan berintegritas, bahkan disebut Rocky berhasil menjadi guardian of constitution.

Salah satu netizen dengan akun @rizalmustary menautkan link berita soal ini kepada Mahfud dan menanyakan maksud dari Rocky yang menyebut dirinya pendukung Mahfud. “Ini Rocky Gerung nyebut-nyebut nama Pak Mahfud MD, katanya pendukung beliau. Maksudnya apa ya Pak ⁦@mohmahfudmd⁩?” tanya akun ini.

Mahfud lewat akun Twitter-nya @mohmahfudmd mengaku sudah lama mengenal Rocky Gerung. Bagi Mahfud, Rocky adalah sosok yang baik dan selalu bersikap bebas. “Saya sudah lama kenal @rockygerung. RG orang baik yang selalu bersikap bebas. Waktu di MK saya senang jika RG yang dihadirkan sebagai ahli oleh pihak yang berperkara karena mempertajam analisis untuk membuat vonis. Kadang saya dan RG beda pendapat, tapi kami tetap obyektif untuk saling paham sikap masing-masing,” jawab Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Jawaban Mahfud ini mendapat respon ratusan tweeps. Mereka memuji keduanya yang saling menghormati. Ini ciri-ciri kaum intelektual, yang berpikiran terbuka. “Itulah ciri-ciri kaum intelektual, berpikiran sangat terbuka, saling menghargai pendapat meski berbeda,” cuit @faizaldeh.

Mahfud pun mengamini. Kata dia, kaum intelektual tak perlu rebutan soal siapa yang disebut lebih hebat. “Sip memang begitu. Intelektual itu tak usah berebutan untuk disebut siapa yang hebat. Disebut atau tidak disebut hebat, nalar obyektif bisa muncul sendiri di kalangan orang-orang yang waras. Oleh sebab itu tak ada gunanya membentur-benturkan @rockygerung dengan @mohmahfudmd. Kami tetap bersahabat,” cuit Mahfud.

Mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga mengaku sudah lama menjadi teman diskusi Rocky. Malah kerap satu meja di berbagai kota serta di studio televisi.

“Mungkin pujian RG itu berlebihan, tapi saya dan RG memang sudah lama jadi teman berdiskusi dengan saling menghormati. Kami sering satu meja di berbagai kota (Jakarta, Yogya, Malang) dan di studio televisi untuk membahas isu kebangsaan. Kimia intelektual kami cocok, bisa saling bersinergi,” sebutnya.

Lalu bagaimana pendapat Mahfud soal ucapan Rocky yang menyebut kitab suci itu fiksi? Ditegaskannya, dia tak sepakat. Namun, Mahfud ikut menjelaskan maksud Rocky tentang kitab suci fiksi dalam arti dan konsep tertentu.

“Saya tak setuju jika kitab suci Qur’an disebut fiksi. Itu sudah saya aya cuitkan dengan tegas saat itu. Tapi RG kan menyebut kitab suci fiksi dalam arti dan konsep tertentu menurut dia. Dakam metodologi ilmu, memahami satu istilah itu harus dikaitkan dengan maksud konseptual yang dipakainya,” bela Mahfud. (FQ)

Pos terkait