Sekjen KPA: Sertifikasi Tanah Bukan Reforma Agraria

  • Whatsapp
dewi kartika
Sekjen KPA, Dewi Kartika. [istimewa]

Inisiatifnews – Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menduga Joko Widodo kurang mendapatkan data yang lengkap dan valid terkait dengan persoalan pengentasan konflik agraria di Indonesia.

Apalagi dalam debat kedua semalam, Jokowi lebih mengandalkan materi pembagian sertifikat tanah kepada warga saat menyikapi isu sumber daya alam dan lingkungan. Padahal menurut Dewi, sertifikasi tanah yang dijalankan Jokowi sebagai Presiden bukanlah esensi dari reforma agraria (land reform).

Bacaan Lainnya

“Ada laporan yang tidak lengkap yang masuk ke capres 01 ini sehingga yang dia jelaskan hanya sertifikasi tanah. Padahal jika sertifikasi tanah saja, itu belum berarti itu reforma agraria karena tidak ada penataan ulang struktur agrarianya,” kata Dewi di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Disampaikan Dewi bahwa yang menjadi esensi dari reforma agraria bukan sekedar sertifikasi tanah, melainkan penataan ulang struktur agraria.

“Yang kecil ditambah, dan yang besar-besar apalagi melakukan monopoli skala besar, korporasi dan sebagainya tidak dipotong. Jadi tidak ada yang disebut reforma agraria yang sebenarnya, yaitu penataan struktur agraria yang timpang,” jelasnya. [NOE]

Pos terkait