TKN Pertanyakan Komitmen Prabowo Laksanakan Pasal 33 UUD 1945

  • Whatsapp
abdul kadir karding
Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Abdul Kadir Karding.

Inisiatifnews – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Abdul Kadir Karding mempertanyakan komitmen Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang akan menjalankan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945.

Apalagi dalam debat Capres semalam, Prabowo sendiri telah mengakui jika dirinya memiliki ratusan ribu hektare tanah saat disinggung oleh Jokowi.

Bacaan Lainnya

“Bagaimana Anda sering bicara soal rakyat, soal orang miskin, soal orang susah, soal Pasal 33, tetapi Anda sendiri menguasai ratusan ribu hektar tanah sendiri. Enggak bisa kita bicara keadilan. Di sana enggak ada konsep definisi retribusi aset atau refrorma agraria,” kata Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Bahkan Karding memberikan saran kepada publik untuk menanyakan sendiri kepada Prabowo Subianto sejak kapan dan dengan cara apa Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mendapatkan tanah sebanyak itu.

“Publik harus tahu bahwa calon presiden ada yang menguasai begitu banyak. Sementara Anda rakyat yang memilih dia itu enggak punya lahan,” ujar Karding.

Perlu diketahui bahwa dalam debat putaran kedua Capres yang digelar oleh KPU di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta, Jokowi menyebutkan bahwa Prabowo memiliki tanah di Kalimantan Timur seluas 220.000 hektare dan 120.000 hektare di Aceh.

Saat informasi itu dilontarkan oleh Jokowi, Prabowo pun tak menampiknya dan malah membenarkan bahwa dirinya memang memiliki lahan seluas yang disebutkan Jokowi itu. Hanya saja ia mengatakan tanah-tanah tersebut statusnya adalah Hak Guna Usaha (HGU).

“Tadi disinggung tentang tanah yang katanya ribuan hektare saya kuasai di tempat, itu benar tapi itu adalah HGU aja dan itu milik negara,” tegas Prabowo di sesi terakhir debat kedua Capres, Minggu (17/2) malam.

Berikut adalah bunyi dari Pasal 33 ayat 3 UUD 1945;
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

[ibn]

Pos terkait