Tengku Zulkarnain Cabut Konten Ceramah Soal Alat Kontrasepsi di RUU PKS

  • Whatsapp
tengku zulkarnain
Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain.

Inisiatifnews – Setelah heboh statemennya yang mengaku menemukan ada pasal dalam Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang menyatan bahwa negara menyiapkan alat kontrasepsi bagi remaja yang ingin melakukan hubungan seksual, akhirnya diralat.

Dalam kicauan akun twitternya, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa dirinya tidak menemukan pasal yang pernah dilontarkannya dalam beberapa ceramah bahkan juga di dalam talk show di salah satu stasiun televisi swasta itu. Maka ia pun menyatakan mencabut isi ceramah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Setelah mencermati isi RUUP-KS saya tidak menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah untuk pasangan Remaja dan Pemuda yang ingin melakukan hubungan suami isteri,” kata Tengku Zulkarnain dalam akun twitternya @ustadtengkuzul, Selasa (12/3/2019).

“Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf karena mendapat masukan yang salah,” lanjutnya.

Statemen Tengku Zulkarnain yang menyatakan bahwa dirinya pernah membaca bahwa ada satu pasal yang menyebutkan jika negara menyediakan alat kontrasepsi bagi remaja yang ingin melakukan hubungan badan itu disampaikan dalam talkshow di iNews, Jumat (8/3) sore.

“Ada satu pasal mengejutkan yang saya membaca ini, saya tidak bisa tunjukkan tapi saya udah baca bunyinya begini kira-kira ; setiap remaja dan pemuda yang melakukan hubungan seksual itu negara menyediakan alat kontrasepsi. Itu yang saya terkejut sekali waktu itu,” kata Tengku Zulkarnain.

Mendapati statemen Wasekjen MUI itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily membantah adanya pasal yang tersebut.

Nah pasal itu tidak ada, ustadz. Jadi oleh karena itu ustadz, tolong dicermati diteliti tidak ada di dalam pasal ini negara menyediakan kontrasepsi,” tegas Ace.

Kemudian Ace juga meminta agar siapapun untuk mencermati Undang-undang secara teliti

“Kita harus betul-betul mencermati secara teliti Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual ini sebagai upaya kita untuk melindungi perempuan, anak dan kelompok disabilitas dan itu mungkin bisa terjadi pada anak-anak kita,” lanjut Ace.

Terakhir, Ace juga menegaskan bahwa regulasi tentang PKS ini masih dalam tahap penggodokan di Komisi VIII DPR RI. Bahkan berbagai masukan dari masyarakat masih terus ditampung demi upaya penyempurnaan sebelum RUU tersebut dibahas dengan pemerintah sebagai eksekutif sehingga sampai disahkan nantinya.

Narasi Salah Tengku Zulkarnain Merajalela di Banyuwangi

Ternyata narasi adanya pasal di dalam RUU PKS yang masih digodok oleh DPR RI di Komisi VIII, dimana pernah dikatakan Tengku Zulkarnain jika negara akan menyediakan kondom atau alat kontrasepsi kepada remaja yang ingin melakukan perzinaan juga sudah masif di daerah. Salah satunya yang terkuak adalah di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur.

Dimana di kawasan Banyuwangi tepatnya di teras Masjid Al Ihsan Desa Kalibaruwetan, Kalibaru, Banyuwangi, seorang ustadz bernama Supriyanto melakukan kampanye hitam (black campaign) bahwa jika Jokowi-Maruf menang dalam Pilpres, maka pemerintah akan mengesahkan UU Perzinaan, sembari mengkampanyekan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019.

Kampanye hitam yang dilakukan oleh Ustadz Supriyanto tersebut direkam oleh jamaah dan disebarluaskan di sosial media termasuk di Instagram. Sayangnya, narasi tersebut berhasil sampai di tangan polisi sehingga dilakukan upaya penindakan hukum.

Ustadz Supriyanto Diamankan Polisi

Kapolsek Kalibaru, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Jabbar menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap terduga ustadz yang menyebarkan kampanye hitam atas nama Supriyanto.

“Barusan sekitar jam 21.50 WIB dibawa ke Mapolsek Kalibaru. Di sini SP (Supriyanto -red) akan dimintai keterangan terkait UU ITE dengan kapasitas sebagai saksi,” terang AKP Abdul Jabbar, Senin (11/3).

Dan disampaikan AKP Abdul Jabbar, bahwa konten kampanye hitam yang dilakukan Supriyanto itu tidak dalam acara ceramah resmi, melainkan obrolan bebas yang dilakukan di teras masjid di hadapan beberapa jamaah yang hadir usai sholat dzuhur.

“Informasi sementara yang kami terima, SP tidak ada jadwal khusus untuk ceramah dalam sebuah acara pengajian. Usai sholat Duhur dia diminta untuk memimpin doa. Kemudian secara spontan merembet pada dugaan kampanye hitam,” ujarnya.

Berikut isi kampanye hitam Supriyanto di Masjid Al Ihsan Desa Kalibaruwetan ;

[NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait