Karo Multimedia Mabes Polri: Hoaks Merugikan Capres-Cawapres

  • Whatsapp
budi setiawan
Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Budi Setiawan. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Budi Setiawan menegaskan bahwa haoks, fitnah alias berita bohong merupakan konten yang masih dianggap senjata cukup ampuh untuk meningkatkan maupun mendelegitimasi lawan politik.

“Hoaks masih dijadikan alat yang ampuh untuk mencari dukungan dan merusak lawan. Persaingan sangat ketat dan segala cara dipakai termasuk hoaks dan fitnah-fitnah,” kata Brigjen Pol Budi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Bacaan Lainnya

Padahal menurutnya, hoaks adalah bagian dari tindak pidana yang memiliki implikasi hukum yang cukup berat yang sudah barang tentu akan menjadikan mudlarat bagi pelakunya sendiri.

“Pembuat dan penyebar hoaks akan menghadapi konsekuensi hukum dan pidana termasuk KUHP dan UU ITE. Kalau terpenuhi unsurnya akan terima sanksi sosial akan perbuatannya,” ujarnya.

Tidak hanya berimplikasi negatif bagi pelaku pembuat dan penyebarnya saja, bahkan jenderal polisi bintang satu ini menegaskan bahwa hoaks juga bisa berimplikasi negatif bagi siapapun yang didukung dalam ranah politik praktis, baik itu Capres dan Cawapres tertentu maupun calon anggota legislatif tertentu, sekalipun para caleg maupun capres-cawapres tersebut tidak tahu hoaks yang dilakukan oleh pendukung maupun simpatisannya itu.

“Bagi pasangan calon yang didukung penyebar hoaks maka akan berakibat negatif meskipun pasangan calon itu tidak tahu. Elektabilitas mereka bisa terpuruk karena kebiasaan para pendukungnya yang menyebarkan haoks,” tuturnya.

Lebih lanjut, Budi Setiawan juga menyampaikan bahwa apapun motif yang dilakukan oleh produsen dan penyebar hoaks, tentu tujuan utamanya adalah tindakan kejahatan karena sangat merugikan orang yang ditargetkan dalam konten hoaks tersebut.

“Hoaks atau berita bohong pasti dilakukan dengan niat dan maksud tujuannya adalah kejahatan. Dan haoks ini yang saya maksud adalah yang memiliki dampak buruk,” terangnya.

Maka dari itu, ia pun meminta agar semua pihak mengantisipasi dan mewaspadai penyebaran konten hoaks yang memang saat ini tengah mewabah di kalangan masyarakat Indonesia. Karena menurutnya, penangkalan hoaks sudah menjadi tanggungjawab seluruh stakeholder di Indonesia dan tidak hanya tugas Kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika saja.

“Kita semua harus waspadai dan tanggungjawab kita menjaga agar medsos kita tidak terpapar hoaks,” tutupnya.

[NOE]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait