KPU: Tak Mungkin Berantas Akun Penyebar Hoaks

  • Whatsapp
indra arifin
Dari kiri : Staf ahli sekjen Kementerian Kominfo Hendrasmo, moderator diskusi Bagus Hariyanto, staf hukum KPU RI Setya Indra Arifin, direktur eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Staf Hukum KPU RI Setya Indra Arifin menilai bahwa upaya apapun untuk melakukan pemberantasan akun-akun penyebar hoaks di internet adalah sesuatu yang sia-sia, bahkan tidak mungkin dilakukan.

Namun upaya menangkalnya masih bisa dilakukan dengan cara melakukan countering terhadap konten-konten fake news dan malinformasi itu.

Bacaan Lainnya

“Memberantas akun-akun penyebar hoaks sangat tidak mungkin saya rasa. Tapi yang bisa kita lakukan ketika kita dibanjiri hoaks, adalah kita banjiri juga dengan narasi-narasi positif,” kata Indra dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

Sejauh ini banyak sekali hoaks bertebaran di dunia maya sehingga membuat masyarakat terjebak di dalamnya. Salah satu hoaks yang sempat menyerang penyelenggara pemilu dan membuat negara sempat kalang kabut adalah adanya hoaks 7 unit kontainer yang berisikan surat suara yang telah tercoblos di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Akibat hoaks yang diciptakan oleh salah satu relawan Capres-Cawapres bernama Agus Bawana Putra itu, Indra mengatakan bahwa KPU dan Bawaslu pun langsung melakukan pengecekan alias fact checking.

Langkah tersebut dikatakan Indra merupakan salah satu langkah sigap dari penyelenggara pemilu agar malinformasi tersebut tidak semakin masif dan menjadi alat delegitimasi penyelenggara pemilu.

“Terakhir teman-teman ikuti hoaks 7 kontainer tercoblos. KPU sampai turun langsung ke Tanjung Priok untuk pastikan dan ternyata tidak ada. Ini juga bagian dari tantangan integritas pemilu yang dialami KPU,” tuturnya.

Hoaks terkait adanya 7 kontainer itu ditegaskan Indra adalah dengan tujuan untuk mendelegitimasi KPU dan membuat penyelenggaraan pemilu menjadi kacau. Namun beruntungnya kesigapan KPU dan Bawaslu serta Kepolisian membuat haoks itu tidak sampai berdampak parah pada kinerja KPU.

“Hoaks ini mendelegitimasi dalam tingkat paling parah yakni pada proses penyelenggaraan pemilu,” imbuhnya.

[IBN]

Pos terkait